Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Suap di MA

Hiendra Soenjoto, Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 3 Tahun Penjara

Hiendra Soenjoto selaku penyuap Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono divonis 3 tahun penjara

Hiendra Soenjoto, Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 3 Tahun Penjara
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua Majelis Hakim Albertus Usada menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan kepada Hiendra Soenjoto selaku penyuap Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono , Rabu (31/3/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto selaku penyuap Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono divonis 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan Hiendra terbukti menyuap Nurhadi dan Rezky Herbiyono sebesar Rp35,7 miliar untuk fee pengurusan perkara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Baca juga: Hiendra Soenjoto, Si Penyuap Nurhadi Hadapi Sidang Putusan Hari Ini

"Mengadili, menyatakan terdakwa Hiendra Soenjoto telah terbukti secara sah da meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara terus menerus sebagai perbuatan yang dilanjutkan," kata Ketua Majelis Hakim Albertus Usada di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/3/2021).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun, dan denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar harus diganti pidana kurungan selama 4 bulan," sambungnya.

Baca juga: Kasus Perintangan Penyidikan Nurhadi, KPK Periksa Pengurus Pesantren Hingga Dokter

Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim menyebut pertimbangan yang memberatkan terdakwa.

Pertama, terdakwa tidak mengakui perbuatannya secara terus terang.

Kedua, perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Untuk pertimbangan yang meringankan terdakwa adalah terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga.

"Terdakwa tidak mengakui perbuatan secara erus terang, terdakwa tidak mendukung upaua pemerintah dalam pemberantasan korupsi," ucap hakim.

Baca juga: KPK Telusuri Nopol Pelat Mobil Istri Nurhadi Lewat Pegawai Kemenpan RB

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas