Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PPI Tegaskan Keluarga Benteng Utama Atasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme

Arifin menilai pendidikan di luar rumah bisa jadi tak cukup mencegah lahirnya radikalisme atau terpaparnya seseorang dari radikalisasi. 

PPI Tegaskan Keluarga Benteng Utama Atasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme
Shutterstock/Kompas
Ilustrasi radikalisme. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) SJ Arifin mengatakan keluarga merupakan benteng utama untuk mengatasi bahaya radikalisme dan terorisme

Sebab, Arifin menilai pendidikan di luar rumah bisa jadi tak cukup mencegah lahirnya radikalisme atau terpaparnya seseorang dari radikalisasi. 

"Dalam konteks ini pendidikan luar rumah yang dijalankan negara maupun masyarakat pun bisa jadi tidak mencukupi untuk dapat mencegah lahirnya radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme," ujar Arifin, dalam diskusi virtual yang digelar PPI bertajuk 'Mengatasi Masalah Terorisme dan Radikalisme', Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Yenny Wahid: Radikalisme Bukan Persoalan Ajaran Agama

Dia pun menilai peran keluarga sangatlah krusial dalam mencegah seseorang terpapar radikalisme. Karena pengawasan yang ketat cenderung melekat dari keluarga. 

"Di sinilah peran penting keluarga sebagai unit sosial yang paling dekat dengan individu. Dari keluarga lah pengawasan melekat dapat dilakukan, pendidikan lebih intensif dijalankan," ungkapnya. 

Bahkan, Arifin memandang intoleransi bisa menjadi bibit awal dari radikalisme, sebagaimana radikalisme dapat menjadi bayi terorisme

Karena itu, pencegahan berarti penguatan pendidikan sejak dini yang terintegrasi sedemikian rupa dalam penangkalan pemikiran yang kondusif terhadap lahirnya radikalisme.

Baca juga: Arsul Sani: Radikalisme Bisa Dicegah Jika Ruang Konsultasi dan Partisipasi Publik Dibuka

"PPI memandang penting pendidikan berbasis keluarga yang dapat digunakan sebagai sarana utama deradikalisasi dan kontra radikalisme sejak dini," tandasnya. 

Dalam acara ini, hadir pula sebagai pembicara antara lain anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, mantan Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto, Wakil Ketua LHKP PP Muhammadiyah Ridho Al-Hamdi, dan pengamat terorisme Islah Bahrawi. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas