Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

RT dan RW Diminta Awasi Warga yang Mudik Jelang Lebaran

Pemerintah daerah (pemda) harus tegas menegakkan Surat Edaran(SE) Satgas Covid-19 terkait penanganan Covid-19 selama Ramadan dan perayaan Idul Fitri

RT dan RW Diminta Awasi Warga yang Mudik Jelang Lebaran
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
MUDIK LEBIH AWAL - Calon penumpang memadati Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/4/2021). Terkait adanya larangan mudik oleh pemerintah, sejumlah warga mengakalinya dengan mudik lebih awal untuk menjalani tradisi munggah yakni menjalani pekan pertama puasa ramadan di kampung bersama keluarga besarnya, setelah itu mereka kembali lagi ke Jakarta dan merayakan lebaran di ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah daerah (pemda) harus tegas menegakkan Surat Edaran(SE) Satgas Covid-19 terkait penanganan Covid-19 selama Ramadan dan perayaan Idul Fitri kepada warga yang mudik. 

Berbagai cara bisa dilakukan pemda untuk mendukung keputusan pemerintah pusat melarang masyarakat mudik.

"Pemda bisa menugaskan atau minta bantuan RT/RW untuk memantau orang yang datang di wilayahnya dan minta menunjukkan hasil test PCR atau swab antigen," kata Anggota Komisi IX DPR Darul Siska dalam pernyataannya, Sabtu (17/4/2021).

Darul mengatakan, jika hasil tes menunjukkan positif covid-19, masyarakat harus segera diisolasi. Selain itu, menurut Darul, pemda bisa membentuk satuan tugas yang kerjanya mencegah orang masuk wilayahnya.

"Kecuali bisa menunjukkan bukti bahwa yang bersangkutan negatif Covid-19," katanya.

Darul juga berpendapat bahwa perlu koordinasi yang baik antar pemerintah pusat dan pemda yang mengawasi pelaksanaan peraturan larangan mudik. 

Baca juga: Doni Monardo: Dilarang Mudik, Bukan Berarti Sebelum Tanggal 6 Bisa Pulang Kampung

Menurut dia, pemda yang tidak menegakkan SE Satgas Covid-19 patut dikenai sanksi. "Agar semua bertanggung jawab mencegah penularan Covid-19," tegas Darul.

Sementara itu Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengaku memahami suasana batin masyarakat yang ingin mudik saat Lebaran. 

Namun menurut Rahmad, masyarakat harus sabar dan bisa menahan diri. Saat ini kasus positif Covid-19 masih cukup tinggi.

Rahmad mencontohkan, India yang beberapa waktu lalu disebut berhasil mengendalikan covid-19, kemudian rakyatnya bereforia dengan mengadakan berbagai acara, sekarang kasus covid-19 di sana kembali naik.

Menurut Rahmad, kejadian di India harus jadi pelajaran.

"Kita masih jauh dari kata mengendalikan Covid-19. Kalau lengah, implikasinya akan berisiko terhadap kita. Libur panjang beberapa waktu lalu selalu berkontribusi meningkatkan sangat signifikan paparan Covid-19," ujarnya.

Rahmad mengapresiasi keputusan pemerintah memangkas cuti bersama Lebaran. Namun itu tidak cukup. Harus ada komitmen dari masyarakat untuk tidak mudik. 

"Kita butuh kerja sama yang kuat,"kata dia. 

Dia berharap masyarakat merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing. "Selamatkan diri kita masing-masing, selamatkan saudara kita, orang tua kita, teman kita dari Covid-19," kata Rahmad.(Willy Widianto)
 

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas