Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengakuan Mantan Ajudan: Suhendra Jago Tembak dan Hobi Berburu

Edo menilai, hal tersebut dilakukan Suhendra terkait sikapnya yang pluralis dan menjunjung tinggi kebinekaan.

Pengakuan Mantan Ajudan: Suhendra Jago Tembak dan Hobi Berburu
Ist
Eduardo Wattimury (kanan) dan mantan Panglima Pasukan Gajah Darwis Jeunib. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jago tembak dan hobi berburu.

Itulah kesan Brigadir Eduardo Wattimury dari kesatuan Brimob, mantan ajudan Suhendra Hadikuntono, sosok yang kini ramai diberitakan sebagai calon Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) pengganti Moeldoko yang disebut-sebut bakal terkena "reshuffle" kabinet.

"Beliau memang jago tembak atau sniper sejati, dengan sasaran jarak jauh. Saya sering menemani beliau berburu babi dan rusa di hutan-hutan di Sumatera dan Papua," kata Edo, panggilan akrab Eduardo di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Dari beberapa literatur yang Edo pelajari, kemahiran menembak dan kegemaran berburu menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki pikiran yang fokus dan berani mengambil risiko. 

"Hanya orang-orang yang pikirannya fokus dan berani mengambil risikolah yang pandai menembak dan hobi berburu," jelas Edo yang pernah dua tahun mengawal Suhendra, termasuk ke Aceh bertemu dengan Tengku Malik Mahmud, mantan Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini Wali Nanggroe Aceh, mantan Panglima GAM Muzakir Manaf, dan mantan Panglima Pasukan Gajah yang merupakan pasukan GAM yang paling ditakuti, Darwis Jeunib.

Baca juga: 3 Catatan Penting Terkait Rencana Reshuffle Kabinet

Menurut Edo, jika Suhendra mendapatkan babi hutan, maka ia berikan kepada warga di kampung yang mayoritas non-muslim.

"Sedangkan jika mendapatkan rusa, sebagian diberikan ke kampung muslim dan non-muslim," jelasnya.

Edo menilai, hal tersebut dilakukan Suhendra terkait sikapnya yang pluralis dan menjunjung tinggi kebinekaan.

"Ini bisa menjadi contoh untuk lingkup yang lebih luas," papar Edo yang pernah bertugas di Aceh semasa DOM (Daerah Operasi Militer) berhadapan dengan GAM.

Menurut Edo, saat diajak Suhendra ke Aceh, ada pengalaman menarik yang tak akan terlupakan, yakni dirinya dipertemukan dengan mantan Panglima Pasukan Gajah Darwis Jeunib.

"Teringat dulu kami berhadap-hadapan di lapangan dan saling membunuh, sekarang kami seperti saudara saja. Ini berkat jasa Pak Suhendra," papar pria asal Maluku ini.

"Pesan yang selalu saya ingat, dalam banyak kesempatan beliau sering berkata, seorang pejuang pantang mati di atas ranjang," tandasnya.

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas