Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Rizieq Shihab: Kerumunan di Megamendung Tidak Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Mulanya Rizieq menyebut kesaksian Agus Ridhallah menarik, lantaran mengungkap 20 warga reaktif Covid-19 pasca-kerumunan di Megamendung.

Rizieq Shihab: Kerumunan di Megamendung Tidak Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19
Kompas.com/AFDHALUL IKHSAN
Kawasan Puncak Bogor Jawa Barat dipadati jemaah simpatisan dari Front Pembela Islam (FPI) dalam menyambut kedatangan Rizieq Syihab pada Jumat (13/11/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus kerumunan Megamendung, Muhammad Rizieq Shihab menyebut kerumunan yang terjadi di Megamendung, Bogor, pada 13 November 2020 silam, tidak menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

Hal itu diutarakan Rizieq setelah menganalisis kesaksian yang diutarakan oleh Kasatpol PP Kab. Bogor Agus Ridhallah; Kasie Trantib Satpol PP Bogor Iwan Relawan; dan Camat Megamendung Endi Rismawan.

Mulanya Rizieq menyebut kesaksian Agus Ridhallah menarik, lantaran mengungkap 20 warga reaktif Covid-19 pasca-kerumunan di Megamendung.

Baca juga: Hakim Butuh Istirahat, Sidang Pemeriksaan Saksi Kasus Petamburan Rizieq Diagendakan Kamis Mendatang

"Tadi ada yang menarik berdasarkan penjelasan Pak Agus. Di sana ada hasil rapid didapatkan 20 reaktif. Tapi itu dari beberapa desa, bukan dari satu desa," tutur Rizieq dalam sidang lanjutan kasus kerumunan Megamendung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, dikutip Tribunnews.com dari Live Kompas TV, Senin (19/4/2021). 

Selanjutnya Rizieq mengulas keterangan Camat Megamendung Endi Rismawan.

Di mana dalam kesaksiannya Endi mengungkapkan, dari 20 warga Megamendung yang reaktif, setelah dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR), hanya satu (1) orang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Kemudian Pak Camat tadi lebih rinci lagi, mengatakan bahwa betul 20 yang reaktif. Tapi setelah di-PCR hanya 1 yang terkonfirmasi positif. Betul itu begitu, hanya satu yang positif," ujar Rizieq.

Baca juga: Rizieq Ceritakan Alasan Terjadinya Peletakan Batu Pertama untuk Masjid di Ponpes Megamendung

Artinya, lanjut eks pentolan Front Pembela Islam (FPI), kerumunan di Megamendung tidak menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

"Ini artinya Pak Camat sendiri sudah menjawab ini (lonjakan kasus Covid-19) tidak kaitannya dengan kerumunan yang terjadi," kata Rizieq.

Rizieq juga menyoroti kesaksian Kasie Trantib Satpol PP Bogor Iwan Relawan yang memaparkan kurva kasus Covid-19 di wilayah Megamendung pada rentang waktu Oktober 2020 - Februari 2021.

Dalam kesaksiannya, Iwan mengungkapkan bahwa pada Oktober 2020, hanya ada dua kasus positif Covid-19 di Megamendung.

Sementara pada bulan November, bulan di mana Rizieq meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Markaz Syariah, tidak ada kasus terkonfirmasi Covid-19 di Megamendung.

"Ternyata bulan November nol (kasus Covid-19), tidak ada yang positif. Bulan Desember lalu ada satu positif Covid-19, terus begitu bulan Februari baru ada lima," tutur Rizieq. 

"Artinya data ini menjadi penting sekali, bahwa kerumunan itu tidak memberikan dampak kedaruratan kesehatan masyarakat," sambung dia.

Ikuti kami di
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas