Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pakar Epidemiolog Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Depan, Asalkan . . .

Walaupun telah didorong dengan adanya vaksin, virus pandemi Covid-19 akan terus bermutasi dan menimbulkan virus baru.

Pakar Epidemiolog Prediksi Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Depan, Asalkan . . .
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memaparkan pandemi Covid-19 masih akan terus ada hingga 2 tahun semenjak kedatangannya tahun 2020.

Hal itu diungkapkannya saat acara webinar bertajuk Tingkatkan Iman, Imun, dan Aman yang diselenggarakan Paramadia, Sabtu (17/4/2021).

Menurutnya masalah prediksi pandemi Covid-19 ini berkaca pada pandemi pertama yaitu Plague of Justinian.

Plague of Justinian adalah wabah yang menginvasi Konstantinopel, ibu kota Kerajaan Byzantine yang kini menjadi Kota Istanbul di Turki. Sejarah mencatat, wabah tersebut tersebar pada tahun 541 masehi.

Wabah ini mematikan Konstantinopel dan menyebar seperti kobaran api ke Eropa, Asia, Afrika Utara, dan Semenanjung Arab. Diperkirakan 30-50 juta orang meninggal, sekitar setengah populasi dunia waktu itu.

"Cara masalah prediksi pandemi pertama, karakternya mirip dengan yang seratus tahun lalu, pandemi Covid-19 tidak selesai bahkan 2 tahun, karena karakter dari virus ini," ucap pakar Epidemiolog, Dicky Budiman, dikutip Tribunnews, Selasa (19/4/2021).

Dia juga mengungkapkan jika berbicara terkait heart immunity tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

Walaupun telah didorong dengan adanya vaksin, virus pandemi Covid-19 akan terus bermutasi dan menimbulkan virus baru.

"Saya melihat pertama kalau bicara heart immunity itu almost imposible sekarang, karena walaupun vaksin ada tapi kita tampaknya untuk mencapai 5 tahun ke atas masih tanda tanya, ada kriteria yang sulit dicapai pertama karena ada varian baru yang terus bermutasi," katanya.

Dicky memprediksi secara akal menusia berdasarkan pembelajaran dan perhitungan jika pandemi Covid-19 akan berakhir dalam kurun waktu 1-3 tahun ke depan.

Baca juga: Mutasi Ganda Varian Covid-19 di India Mengkhawatirkan Dunia

Baca juga: Doni Monardo Minta Pemprov Kepri Bentuk Satgas Antisipasi Penyebaran Covid-19 dari PMI

"Oleh karena itu saya memprediksi kalau kita menerapkan menjaga kesehatan 2-3 tahun inshaAllah bisa dan asal betul-betul konsisten komitmen," ucapnya.

"Kalau bicara Indonesia saya memprediksi secara akal manusia berdasarkan belajar dari beberapa perhitungan setidaknya pertengahan tahun depan kita sudah mulai dalam situasi relatif terkendali, dengan catatan bisa trus jaga prokes," imbuhnya.

Ia juga mengimbau jika masyarakat harus tetap konsisten untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Jadi inshaAllah seperti itu, karena sekali lagi negara-negara bisa beraktivitas normal kalau mereka bisa menerapkan public health-nya 3T 5M," ujar dia.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas