Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dikendalikan dari Lapas, 2,5 Ton Sabu dari Afghanistan Masuk Indonesia

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Total, ada 18 tersangka yang ditangkap oleh Polri.

Dikendalikan dari Lapas, 2,5 Ton Sabu dari Afghanistan Masuk Indonesia
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Ilustrasi tersangka bandar sabu 

*Ditemukan di Aceh dan Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2,5 ton yang berasal dari jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia. Bisnis itu dikendalikan oleh narapidana narkoba dari balik lapas.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Total, ada 18 tersangka yang ditangkap oleh Polri.

Operasi pengungkapan kasus ini dilakukan pada 10 April dan 15 April 2021 dengan tiga lokasi berbeda yakni dua lokasi di Aceh dan satu di pertokoan kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Baca juga: Polri Ungkap Peredaran Narkoba 2,5 Ton Sabu Jaringan Internasional Timur Tengah-Malaysia

"Kita berhasil mengungkap penyelundupan 2,5 ton narkoba jenis sabu asal Timur Tengah dan mengamankan 18 tersangka," kata Sigit di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4).
Menurut Sigit, 1 dari 18 orang tersangka yang ditangkap merupakan warga negara Nigeria.

Seluruh tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam penyeludupan narkoba ini.

"Peran dari tersangka, 7 sebagai pengendali, 8 transporter dan 3 pemesan. Dimana ada tersangka inisial KMK, AW, AG, A, NI, dan AL yang merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan hukuman mati, namun masih menjadi pengendali jaringan narkoba," jelas dia.

Baca juga: Munarman Ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya

Dengan penangkapan ini, kata Sigit, pihak kepolisian dapat menyelamatkan kurang lebih

10,1 juta jiwa masyarakat dari peredaran narkotika. Kemudian, jika diuangkan maka narkoba tersebut dapat seharga Rp1,2 triliun.

"Kalau dari sisi bahayanya maka dengan kami amankan 2,5 ton narkoba kami amankan masyarakat 10,1 juta jiwa, yang tentunya bisa diselamatkan dari potensi bahaya narkoba ini," ujar Sigit.

Baca juga: Lakukan Penggerebekan, Polisi Ditikam Anggota Sindikat Narkoba, Pelaku Sempat Rebut Senpi Petugas

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas