Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Khawatir Seperti di Kualanamu, Anggota Komisi IX Minta Faskes Tes Antigen Lain Juga Dicek

Khawatir kejadian di Bandara Kualanamu terulang, Komisi IX DPR minta faskes dan tempat lainnya yang beri layanan rapid antigen dicek.

Khawatir Seperti di Kualanamu, Anggota Komisi IX Minta Faskes Tes Antigen Lain Juga Dicek
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Petugas AVSEC berjaga di lokasi pelayanan rapid test antigen Covid-19 yang telah ditutup pasca digerebek Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, di Lantai Mezzanine Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (28/4/2021). Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara menggerebek pelayanan rapid test antigen yang diduga memakai alat bekas pada Selasa (27/4) lalu, dan mengamankan lima pegawai yang bertugas sebagai kasir dan analis. (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku khawatir kejadian penggunaan alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, juga terjadi di tempat lain. 

Karena itu, Saleh meminta adanya pengecekan ke tempat-tempat atau fasilitas kesehatan lain yang juga memberikan layanan rapid antigen

"Sebaiknya memang diperiksa juga di tempat lain, dipastikan semuanya aman. Berbahaya itu, tindakan yang berbahaya karena hasil data tidak akurat, orang yang sehat tidak bisa naik pesawat, orang yang sakit bisa naik pesawat, itu berbahaya," ujar Saleh, kepada wartawan, Kamis (29/4/2021). 

Baca juga: Polisi Diminta Bertindak Cepat Investigasi Mendalam Pelaku Kasus Rapid Antigen Bekas di Kualanamu 

Ketua Fraksi PAN DPR RI itu meminta agar pelaku dalam kasus Bandara Kualanamu untuk diusut tuntas, diperiksa, dan diadili sesuai perbuatannya. 

Menurutnya perbuatan oknum pegawai Kimia Farma itu termasuk dalam tindakan kriminal.

Apalagi dampak lebih luas akibat aksi itu adalah semakin banyak orang yang tertular Covid-19. 

"Itu tindakan kriminal yang membahayakan masyarakat umum. Karena itu saya mendesak agar pelaku tindakan pemalsuan, itu sama juga pemalsuan juga kan, untuk segera ditangkap diadili sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Saleh. 

"karena tindakan tersebut tidak hanya merugikan orang yang melakukan tes antigen di situ, karena adanya daur ulang itu bisa menyebabkan hasilnya tidak akurat dan akibatnya bisa berdampak luas bagi masyarakat lain," imbuhnya.

Baca juga: Penggunaan Rapid Test Bekas, Legislator PPP: Kimia Farma Harus Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Di sisi lain, Saleh meminta agar Kementerian Kesehatan juga terus memenuhi kebutuhan alat tes Covid-19.

Sebab bisa saja kejadian Bandara Kualanamu terjadi karena kurangnya alat tes. 

"Saya mendesak agar Kementerian Kesehatan segera memenuhi kebutuhan alat-alat untuk tes seperti antigen dan rapid itu, karena justru bisa jadi seperti itu terjadi justru karena alat antigennya itu tidak cukup. Karena itu kita mendesak itu segera dipenuhi. Apalagi anggarannya kan itu ada, kalau nggak salah saya dianggarkan hampir Rp6 triliun untuk antigen dan PCR swab," tandasnya.
 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas