Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Kakorlantas: Ada Aturan Larangan Mudik, Pemudik Berkurang Drastis

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menyebut Pemudik libur Idul Fitri 1442 diprediksi berkurang drastis.

Kakorlantas: Ada Aturan Larangan Mudik, Pemudik Berkurang Drastis
Istimewa
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menyebut pemudik libur Idul Fitri 1442 diprediksi berkurang drastis.

Menurutnya, hal itu terjadi berkat adanya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021, yang disertai dengan beberapa pos penyekatan.

"Data survei Kementerian Perhubungan, dengan adanya larangan mudik dapat membendung masyarakat yang akan melakukan aktivitas mudik. Jika tidak dilarang mudik, akan ada perjalanan mudik 81 juta orang pada Idul Fitri tahun ini," ungkap Istiono dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5/2021).

Berkat adanya pelarangan mudik, Istiono menyebut secara tidak langsung banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung halaman pada saat masa pandemi Covid-19.

Meski begitu, dia menegaskan aparat gabungan harus melaksanakan penyekatan secara sungguh-sungguh karena masih ada sekitar 17,5 juta masyarakat yang mudik.

"Operasi Ketupat Jaya harus dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi," tambah Istiono.

Baca juga: Kabaharkam Soal Larangan Mudik: Jangan Kucing-kucingan, Jalan Tikus Tidak Mungkin Sampai Bawah Tanah

Istiono juga membeberkan jumlah personel yang akan diturunkan pada saat Operasi Ketupat Jaya 2021.

Setidaknya, ada sebanyak 155 ribu personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait.

Angka tersebut terdiri atas 90.502 personel Polri dan 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti; Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, Jasa Raharja dan lain-lain.

Lebih lanjut, personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan, kemudian 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamtibselcarlantas.

"Serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata dan lain-lain," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas