Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Klaim Kesiapan Pembukaan Sekolah Capai 80%, Kemendikbudristek Diminta Perbanyak Simulasi

Simulasi ini untuk memastikan jika pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 tetap aman bagi peserta didik.

Klaim Kesiapan Pembukaan Sekolah Capai 80%, Kemendikbudristek Diminta Perbanyak Simulasi
Via Kompas.com
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda memimpin rapat kerja 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) diminta gencar melakukan simulasi pembelajaran tatap muka menjelang target pembukaan sekolah Bulan Juli mendatang.

Simulasi ini untuk memastikan jika pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 tetap aman bagi peserta didik.

“Kemendikbud Ristek mengklaim jika persiapan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di Bulan Juli mendatang telah mencapai 80%. Namun kami melihat saat ini simulasi pembelajaran tatap muka sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang pembelajaran tatap muka masih minim,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Selasa (11/5/2020).

Huda menjelaskan saat ini ancaman gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia kian nyata.

Munculnya berbagai varian baru virus corona membuat penyebaran kian cepat.

Baca juga: Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai, Siswa Diusulkan Divaksin dan Dites Covid-19

Tren kasus aktif di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, hingga Singapura terus meningkat.

“Situasi ini tentu harus diwaspadai bersama untuk diantisipasi jangan sampai mengancam rencana pembukaan sekolah agar siswa bisa secepatnya belajar tatap muka,” katanya.

Sesuai SKB 4 Menteri, kata Huda penyelenggaraan belajar tatap muka harus memenuhi berbagai persyaratan protokol Kesehatan.

Ketersediaan pengukur suhu, westafel, sirkulasi udara yang memadai, hingga pembatasan kapasitas ruang kelas harus benar-benar dipenuhi oleh penyelenggara sekolah.

“Selain itu standar operational procedure (SOP) siswa saat masuk kawasan sekolah, saat berada di ruang kelas, hingga kembali pulang ke rumah juga harus sesuai protokol Kesehatan. Di sinilah pentingnya ada simulasi sehingga siswa dan guru bisa tahu bagaimana harus bersikap saat berada di lingkungan sekolah,” katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas