Tribun

Cerita Ali Imron Bertemu Anak Korban Bom Bali I

Kini, Ali kerap diundang menjadi pembicara untuk menceritakan penyesalannya atas perbuatan yang pernah dilakukan.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
Cerita Ali Imron Bertemu Anak Korban Bom Bali I
Tribunnews.com/Dennis Destyawan
Terpidana kasus Bom Bali I Ali Imron saat berbincang dengan redaksi Tribun Network di kantor BNPT, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/5). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpidana kasus Bom Bali, Ali Imron tengah giat mengkampanyekan deradikalisasi.

Kini, Ali kerap diundang menjadi pembicara untuk menceritakan penyesalannya atas perbuatan yang pernah dilakukan.

Ali kini tergabung dengan Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP).

Yayasan ini dipimpin oleh Ali Fauzi Manzi, adik kandung terpidana seumur hidup Ali Imron dan terpidana mati Muklas alias Ali Gufron dan Amrozi dalam kasus bom Bali I.

Yayasan itu bergerak di bidang pemberdayaan narapidana (napi) kasus terorisme dan menjadi agen perdamaian untuk mengubah mindset ikhwan jihadi.

Ali menceritakan penyesalannya karena terlibat dalam kasus Bom Bali I.

Baca juga: Ali Imron Janji Deradikalisasi Eks Kombatan Afghanistan dan JI Jika Grasi Dikabulkan

Ia telah meminta maaf kepada para korban.

Ali menceritakan permintaan maaf itu disampaikan saat peringatan 17 tahun Bom Bali I.

Kala itu, Ali  bertemu dengan Garil Arnandha, anak dari korban meninggal akibat Bom Bali I, Aris Munandar.

"Yang membuat saya betul-betul saya semakin menyadari besarnya kesalahan adalah bertemu dengan anak korban yang pada waktu peristiwa itu usia 10 tahun. Itu peristiwa bom Bali, jadi ayahnya pada waktu itu sopir taksi, berada di sekitar Sari Club," ujar Ali kepada Tribun Network di kantor BNPT Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas