Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2021

Ketika Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Sibuk di Dapur Masak Makanan Khas Sumatera Utara Saat Lebaran

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan padatnya aktivitas di kantor membuat dirinya jarang berbuka puasa bersama dengan keluarga tahun ini.

Ketika Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Sibuk di Dapur Masak Makanan Khas Sumatera Utara Saat Lebaran
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan padatnya aktivitas di kantor membuat dirinya jarang berbuka puasa bersama dengan keluarga tahun ini.

Namun, dirinya menyempatkan melakukan kegiatan ibadah salat tarawih di rumah saja karena adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19.

Setelah ramadan usai, Lili bergegas untuk menghabiskan lebih banyak waktu di dapur untuk persiapan saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

"Maaf belum buka WA karena fokus urus dapur sejak sehari sebelum Lebaran sampai sekarang," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Tercatat 45 Pemudik Tiba di Terminal Kalideres Hingga H+3 Lebaran, Semuanya Negatif Covid-19

Pimpinan wanita di KPK ini menyajikan beberapa menu khas Sumatera Utara (Sumut) di momen Lebaran, mulai dari lontong sayur hingga telur balado.

"Menu khas tetap menu Sumut, lontong sayur komplit dengan tauco, serta udang. Lalu, sambal teri kacang, sambal hati, sambal telur balado, dan dendeng kering plus rendang tentunya," kata Lili.

Baca juga: Polda Metro Jaya Dirikan 12 Pos Pemeriksaan Swab Tes Antigen Untuk Pemudik Selama Arus Balik Lebaran

Kendati demikian, dia mengaku ada yang kurang saat Lebaran tahun ini dan sebelumnya karena pandemi membuat dirinya tidak dapat bertemu secara fisik dengan keluarga besar.

"Sedih, Covid-19 bikin tidak bisa kumpul di rumah, masak banyak, tapi sengaja diantar untuk keluarga dan adik-adik yang kos tidak bisa pulang kampung. Aku masak untuk 30 orang karena untuk keluarga, teman, dan juga teman kos dari anak-anak, mereka tidak mudik, kasihan juga melihatnya," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas