Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Seleksi Kepegawaian di KPK

Koalisi Masyarakat Antikorupsi Bawa Kentungan Saat Aksi di KPK: Tanda Indonesia Sedang Bahaya

Koalisi Masyarakat Antikorupsi menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/5/2021).

Koalisi Masyarakat Antikorupsi Bawa Kentungan Saat Aksi di KPK: Tanda Indonesia Sedang Bahaya
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Koalisi Masyarakat Antikorupsi menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih KPK membawa kentungan, Selasa (18/5/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Masyarakat Antikorupsi menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/5/2021).

Puluhan orang yang dominan menggunakan kaos berwarna hitam itu turut membawa kentungan dengan sesekali diketuk secara bersamaan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Koalisi Masyarakat Antikorupsi Syahrul Badri mengatakan, alasan dibunyikannya pentungan tersebut menandakan Indonesia sedang dalam keadaan bahaya.

"Kita disini memiliki simbolisasi lagi-lagi, nyalakan tanda bahaya, menyuarakan kentungan untuk memberikan isyarat kepada pemerintah bahwa kita sedang dalam bahaya," tutur Syahrul melalui pengeras suara saat orasi di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Adapun digelarnya aksi pada sore tadi menyusul dari adanya keputusan Pimpinan KPK yang menonaktifkan 75 pegawai KPK yang tidak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam alih status menjadi ASN.

Baca juga: Dilaporkan Novel Baswedan Cs, Lili Pintauli: KPK Bekerja Menjalankan UU, Tak Mengada-ngada

Lanjut Syahrul dalam orasinya meminta pemerintah untuk turut andil terkait adanya penonaktifan pegawai KPK tersebut.

Dirinya menyebut kalau saat ini penegakan kasus korupsi di Tanah Air sedang diganggu.

"Pemerintah perlu turun sampai ke titik paling bawah, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, apa yang dirasakan. Upaya penegakan kasus korupsi di Indonesia sedang diganggu," ucapnya.

Tak hanya membawa kentungan, puluhan masa aksi yang hadir juga mengikat pita berwarna merah putih di lengannya.

Baca juga: Direktur KPK Sebut Pihak yang Mewawancarainya Punya Kompetensi Intelijen

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas