Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

AS dan Eropa Dinilai Tak Perlu Lagi Bayar Utang Budi 'Holocaust'

Utang budi itu anggap saja sudah lunas dan tidak perlu dibayar lagi, karena Israel telah menciiptakan korban kemanusiaan baru terhadap warga Palestina

AS dan Eropa Dinilai Tak Perlu Lagi Bayar Utang Budi 'Holocaust'
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Massa yang mengatasnamakan Solidaritas Semarang Bela Palestina melakukan aksi mendukung Palestina berkaitan dengan agresi militer yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/5/2021). Aksi damai ini digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa tidak perlu lagi membayar utang budi atas tragedi 'Holocaust' menimpa kaum Yahudi di Eropa beberapa tahun silam.

Utang budi itu anggap saja sudah lunas, dan tidak perlu dibayar lagi, karena Israel telah menciiptakan korban kemanusiaan baru terhadap warga Palestina.

"Hutang budi dengan mendirikan negara Israel telah menciptakan korban kemanusiaan baru di di Palestina. Setelah 100 tahun usia peta Israel, para pemimpin Amerika Serikat dan Eropa tidak perlu membayar lagi. Hutang budi tidak perlu dibayar lagi, anggap saja itu sudah lunas," tegas Anis Matta seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (23/5/2021).

Anis Matta yang didampingi Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Ketua Bidang Narasi Dadi Krismanto dan Ketua Hubungan Luar Partai Gelora Henwira Halim melihat saat ini adalah momentum yang baik untuk menyelesaikan masalah Palestina.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Dapat Menjadi Inisiator Penghentian Kekerasan Israel Terhadap Palestina

Masyarakat internasional telah menyaksikan tragedi kemanusian luar biasa, yang menimpa warga Palestina.

"Aksi demo di Amerika dan Eropa selama perang berlangsung, sangat luar biasa, meski ada kendala pandemi Covid-19. Kendalla pandemi mereka langgar, karena sisi masalah kemanusian," katanya.

Menurut Anis Matta, menujukkan bahwa dukungan internasional terhadap Israel sudah habis. Alasan hutang budi 'Holocaust' yang menjadi dasar pendirian negara Israel selama ini telah mengubah perspektif baru internasional.

Holocaust sudah tidak lagi dipandang sebagai hutang budi atau kewajiban yang harus dibayar. Sebab, dukungan pendirian negara Israel justru menimbulkan korban kemanusiaan baru di Palestina, seperti peristiwa 'Holocaust' sebelumnya.

"Perasaan ini tidak hanya terjadi pada publik AS dan Eropa saja, tetapi juga sudah melanda para pengambil keputusan di AS. Pemerintahan Joe Biden saat ini berbeda jauh dengan Donald Trump, di Eropa juga memiliki kecenderungan sama," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelum keputusan gencatan senjata antara Israel dengan Palestina diambil dan mulai berlaku pada Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 dini hari waktu setempat, ribuan demonstran di sejumlah kota AS dan Eropa menggelar aksi solidaritas membela Palestina.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas