Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pertamina Ungkap Alasan Tidak Jual BBM Subsidi di SPBU Mini Pertashop

PT Pertamina (Persero) menjelaskan alasan tidak menjual produk bahan bakar minyak (BBM) RON-88, premium, di SPBU mini Pertashop.

Pertamina Ungkap Alasan Tidak Jual BBM Subsidi di SPBU Mini Pertashop
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengendara mengisi motornya dengan bahan bakar Pertalite di Pom Mini di Kabupaten Bandung, Jumat (24/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menjelaskan alasan tidak menjual produk bahan bakar minyak (BBM) RON-88, premium, di SPBU mini Pertashop.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, hadirnya Pertashop pada dasarnya untuk menjamin ketersediaan pasokan BBM hingga ke pelosok daerah.

Tujuannya agar masyarakat dipelosok tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan BBM.

Nicke mengatakan Pertashop sebenarnya sama persis seperti Program SPBU Satu Harga.

Hanya saja produk yang dijual Pertashop tidak mendapatkan subsidi pemerintah.

Baca juga: Bos Pertamina Revisi Pengembangan Kapasitas Kilang

“Pertashop ini adalah untuk menjaga accesibility masyarakat. Seperti program kita, one outlet one villages. Nanti setiap desa ada satu,” ujar Nicke saat melakukan rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat Komisi VII DPR RI, Senin (31/5/2021).

“Ini sebenarnya sama seperti BBM satu harga. Bedanya ini produk non-PSO. Kalau BBM yang satu harga dari pemerintah itu adalah BBM subsidi. Kalau yang ini non subsidi,” lanjutnya.

Baca juga: Kenaikan Harga Minyak Dunia Bebani Biaya Produksi Pertamina

Dikarenakan jumlah produk BBM bersubsidi sangat terbatas dan diperuntukan bagi masyarakat terpencil, maka di Pertashop hanya menjual produk nonsubsidi seperti produk Pertamax.

“Intinya kita tidak bisa mengandalkan BBM satu harga dari pemerintah, karena ini (BBM subsidi) terbatas jumlahnya. Di sisi lain masyarakat butuh accesibility, di masyarakat desa banyak yang harus datang dari jauh menuju SPBU terdekat,” kata Nicke.

Baca juga: Pertamina: 11-12 Mei Jadi Puncak Permitaan BBM Selama Libur Lebaran

Pengembangan Pertashop di berbagai daerah bukan hanya untuk pemerataan distribusi BBM saja, tapi juga diharapkan bisa mendorong pusat ekonomi baru di pedesaan.

Apalagi, diketahui masih banyak daerah yang belum terjangkau pelayanan standar pertamina.

Hal ini dapat dilihat banyaknya penjual BBM eceran.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas