Tribun

Hari Lahir Pancasila

Para Ulama Jawa Barat Beri Mandat Gus Ami Mengawal Indonesia

sejumlah ulama dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Jawa Barat melakukan doa bersama untuk bangsa di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawai

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Para Ulama Jawa Barat Beri Mandat Gus Ami Mengawal Indonesia
Ist
Ketika Para Ulama Jawa Barat Beri Mandat Gus Ami Mengawal Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Memperingati Hari Lahir Pancasila, sejumlah ulama dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Jawa Barat melakukan doa bersama untuk bangsa di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Selasa malam (1/6/2021).

Acara yang dihadiri Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhamin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Ami ini dibuka dengan istighosah, memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara, termasuk menghadapi pandemi Covid-19.

Jazilul Fawaid dalam sambutannya mengatakan, Pancasila adalah kekuatan bangsa Indonesia. Pancasila yang digali oleh para pendiri negara termasuk para ulama telah menyatukan jiwa bangsa ini sehingga tetap bersatu dalam NKRI meski terdiri dari berbagai agama, suku bangsa, dan adat istiadat.

"Pancasila disebut para ulama sebagai kalimatu sawa, kalimat yang menyatukan jiwa kita sebagai bangsa Indonesia. Di dalamnya tergantung nilai-nilai Islam. Sumbangsih umat Islam dalam menyusun, mengimplementasikan, dan mensosialisasikan Pancasila ini sangat besar," ujar Wakil Ketua Umum DPP PKB ini dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (2/6/2021).

Selanjutnya acara diisi dengan tausiah yang dibawakan oleh KH Fikri Haikal. Dalam tausiahnya ia mengungkapkan bahwa komposisi terbesar NKRI merupakan warisan para ulama Nahdlatul Ulama (NU).

”Saya pernah membaca buku ketika Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari disodorkan rumusan Pancasila, beliau tirakat tiga hari berpuasa dan mengkhatamkan Alquran, lalu salat dua rakaat. Ketika dalam bacaan iyyakana’budu waiyyakanastain, beliau membaca 350 kali. Sampai pada akhirnya beliau berkata, ‘saya ridha Pancasila menjadi dasar NKRI',” kata KH Fikri Haikal.

Baca juga: Kabar Politik di Indonesia: Rencana Koalisi PDIP-PAN, Persiapan PKB dan Gerindra Menuju Pilpres 2024

Karena itu, kata putra dai sejuta umat KH Zainuddin MZ, NKRI yang merupakan warisan para ulama sudah seyogyanya yang lebih berhak memimpin negeri ini adalah para pewaris ulama.

 ”Kita yang lebih berhak ketimbang orang lain. Jangan sertifikat tanah kita atas nama orang lain,” ucapnya.

Di tengah kesyahduan berkumpulnya para ulama Tanah Pasundan itu, Ketua Tanfidiziyah PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodiq yang menjadi juru bicara para ulama yang hadir, dengan berkaca-kaca, mendaulat Gus Ami untuk mengambil estafet kepemimpinan nasional di pilpres 2024.

" Saya mewakili para Kiai, meminta Muhaimin Iskandar untuk mengambil estafet kepemimpinan nasional di Pilpres 2024 agar Indonesia lebih maju, mandiri dan berdaulat. PKB ini partai Islam terbesar. PKB lahir dari rahim NU. Dengan spirit kehadiran di tengah masyarakat, dan ketakdziman kepada para Kiai, insya Allah PKB akan jadi pemenang di 2024 dan bisa mengantarkan Pak Muhaimin jadi Presiden RI di 2024. Kita harus dukung lahir dan batin, karena Ia kader NU terbaik saat ini" , tegas Ketua PCNU Kota Tasikmalaya ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas