Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Duplik Kasus Kebakaran Kejagung, Tim Kuasa Hukum Para Terdakwa Tetap Ingin Kliennya Divonis Bebas

Adapun persidangan kali ini beragendakan pembacaan duplik dari kubu enam terdakwa dari sektor pekerja tersebut.

Duplik Kasus Kebakaran Kejagung, Tim Kuasa Hukum Para Terdakwa Tetap Ingin Kliennya Divonis Bebas
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Pekerja membongkar sisa-sisa gedung utama Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,, Rabu (14/4/2021). Gedung Kejaksaan Agung yang mengalami kebakaran pada 22 Agustus 2020 kini mulai dibongkar. Untuk diketahui, Komisi III DPR menyetujui penambahan anggaran Kejaksaan Agung sebesar Rp350 miliar untuk renovasi. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali melanjutkan persidangan terkait kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung)

Adapun persidangan kali ini beragendakan pembacaan duplik dari enam terdakwa dari sektor pekerja tersebut.

Dalam sidang yang berlangsung di ruang 4, tim kuasa hukum para terdakwa mengatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak dapat membuktikan adanya aktivitas dari para terdakwa yang kemudian memicu si jago merah berkobar di Gedung Utama.

"Bara api rokok siapa yang menyebabkan kebakaran diantara 5 terdakwa dan siapa terdakwa yang terakhir kali merokok," kata salah satu tim hukum, Made Putra Aditya Pradana di lokasi, Senin (7/6/2021).

Baca juga: CEO Perusahaan Swasta Diperiksa Kejagung Terkait Transaksi Saham BPJS Ketenagakerjaan

Tak hanya itu, Made mengatakan belum ada bukti rekaman kamera CCTV yang dapat membuktikan perbuatan para terdakwa yang masuk dalam kategori tindak pidana.

"Sehingga tidak dapat diketahui secara jelas, terang, dan nyata penyebab kebakaran gedung utama Kejagung dikarenakan nyala api dan atau bara api," jelasnya.

Di sisi lain, kubu para terdakwa juga meminta hakim untuk menyatakan kalau dakwaan JPU tidak terbukti.

"Penasihat hukum terdakwa tetap memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo agar dapat memberi putusan bebas kepada para terdakwa," beber dia.

Ditemui usai sidang, kuasa hukum lainnya, Ega Laksmana Triwira Putra berharap hakim memberikan putusan dan membebaskan para kliennya dari segala tuduhan.

Artinya, harus ada putusan yang seadil-adilnya bagi para terdakwa dalam perkara ini.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas