Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Halal Bihalal PB HMI: Jaga Tauhid, Bhinneka Tunggal Ika, dan Tan Hana Dharma Mangrwa

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2021-2023 mengadakan Halal Bihalal dengan tema “Merawat Silaturahmi Memperkokoh Persatuan”.

Halal Bihalal PB HMI: Jaga Tauhid, Bhinneka Tunggal Ika, dan Tan Hana Dharma Mangrwa
Ist
Ketua Umum HMI Raihan Ariatama. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2021-2023 mengadakan Halal Bihalal dengan tema “Merawat Silaturahmi Memperkokoh Persatuan”, Jumat (11/6/2021).

Silaturahmi organisasi yang dipimpin oleh Ketua Umum, Raihan Ariatama ini, menghadirkan narasumber Direktur Pusat Kajian Pancasila (Pusaka Pancasila) Universitas Jakarta, Fakhruddin Muchtar.

Fakhruddin menjelaskan bahwa, HMI memiliki komitmen yang sama dalam menjaga tiga bentuk persaudaraan; persaudaraan se-Islam (ukhuwah islamiyyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathaniyyah), dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwah insaniyah).

“Sebagaimana ketiga bentuk ukhuwah tersebut, di HMI kita juga perlu menjaga tiga hal; agama, bangsa, dan tradisi. Agamanya adalah Islam, bangsanya Indonesia, dan tradisinya intelektual. Jadi habitat kader HMI, hidup dengan 3I,” ujar alumni HMI ini.

Baca juga: Jabatan Ketum PA GMNI Dinilai Cukup Strategis untuk Pilpres 2024: Bisa Jadi Alat Bargaining Politik

Fakhruddin menerangkan bahwa ketiganya memiliki inti ajaran yang mengarahkan pada persatuan, yang berperan sebagai fondasi bagi ketiga bentuk ukhuwah tersebut.

“Inti agama Islam, yang juga menjadi dasar ukhuwah islamiyah adalah Tauhid; mutlaknya keesaan Tuhan. Konsekuensi ajaran ini adalah karena yang mutlak hanya Tuhan, maka semua manusia pada dasarnya setara,” ucapnya.

Ia melanjutkan, di Indonesia yang menjadi fondasi ukhuwah wathaniyah adalah sesanti Bhinneka Tunggal Ika. Ini luar biasa, sebab tanpanya Indonesia akan terpecah belah.

Komitmen untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika inilah yang menjadi perekat ribuan suku bangsa di Indonesia.

“Adapun tradisi intelektual, sejalan dengan ukhuwah insaniyah, adalah karena pembeda mendasar manusia dengan makhluk lainnya yakni pada akalnya. Manusia yang menggunakan akalnya akan mencari kebenaran tanpa melihat segala bentuk perbedaan. Karena pada hakikatnya tidak ada kebenaran yang mendua. Tan Hana Dharma Mangrwa,” papar Fakhruddin.

Melalui Halal Bihalal tersebut, Fakhruddin berharap agar semua kader HMI bisa berkomitmen untuk menjaga Tauhid, Bhinneka Tunggal Ika, dan Tan Hana Dharma Mangrwa.

Sebab ketiganya adalah kunci persatuan dan persaudaraan.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas