Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Instansi Diminta Cantumkan Informasi Kuota Lowongan Saat Seleksi PPPK

Kementerian PANRB mengingatkan kepada instansi agar mencantumkan beberapa informasi saat mengumumkan seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjia

Instansi Diminta Cantumkan Informasi Kuota Lowongan Saat Seleksi PPPK
Instagramkemenpanrb
Formasi terbanyak CPNS dan PPPK 2021 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian PANRB mengingatkan kepada instansi agar mencantumkan beberapa informasi saat mengumumkan seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) .  

Tentunya, hal tersebut terkait nama jabatan, jumlah lowongan, unit kerja penempatan/instansi yang membutuhkan.

Plt Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian PANRB Katmoko Ari Sambodo menjelaskan, bahwa informasi itu dimaksudkan untuk memudahkan para pelamar mencari informasi lowongan.

Hal itu disampaikan Katmoko Ari Sambodo saat menyampaikan update Kupas Tuntas Seleksi CASN 2021 di kanal YouTube Kementerian PANRB, Senin (14/6/2021).

“Lalu kualifikasi pendidikan. Lamaran yang ditujukan ke SSCASN seluruhnya dilakukan secara elektronik. Kemudian jadwal tahapan seleksi, syarat yang harus dipenuhi. Selanjutnya helpdesk/call center, media sosial resmi yang dikelola masing-masing instansi,” kata Katmoko.

Baca juga: Info CPNS Kemenkumham: Dibuka 4.500 Formasi, Kapan Seleksi Pendaftaran Dibuka?

Katmoko juga mengatakan, pihaknya menekankan pentingnya mencantumkan masa kerja pada pengumuman seleksi PPPK tersebut.

“Jadi untuk PPPK perlu dicantumkan masa perjanjian hubungan kerjanya sesuai dengan Kementerian PANRB. Apakah satu tahun, paling minimal satu tahun atau paling maksimal lima tahun dan selanjutnya dapat dilakukan perpanjangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelamaran pendaftaran PPPK harus dilakukan secara daring. Lalu, pengunggahan dokumen juga pada prinsipnya secara elektronik.

“Jadi kami berharap walaupun ada proses-proses yang dikirimkan dokumen fisik tapi seluruhnya tetap secara elektronik. Yang fisik untuk back up saja," ucap Katmoko.

"Nanti proses-proses dokumen tersebut akan digunakan saat pemberkasan,” pungkasnya.
 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas