Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cerita Bocah 10 Tahun di Medan Meninggal Digigit Anjing Rabies, Pesan Terakhir ke Ibunya Bikin Pilu

Muhammad Reza Aulia meninggal dunia setelah digigit oleh anjing milik tetangganya di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (13/6/2021).

Cerita Bocah 10 Tahun di Medan Meninggal Digigit Anjing Rabies, Pesan Terakhir ke Ibunya Bikin Pilu
Screenshot YouTube Tribun Medan
Keluarga Reza Aulia menunjukkan surat laporan polisi ke Polsek Medan Tuntungan, Kota Medan. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sungguh memilukan nasib yang dialami bocah berusia 10 tahun bernama Muhammad Reza Aulia. Reza meninggal dunia setelah digigit oleh anjing milik tetangganya di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (13/6/2021).

Teryata diketahui anjing tersebut terkena rabies.

Bocah yang tinggal bersama orangtuanya di Bocah 10 Tahun Meninggal Digigit Anjing , Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan ini menghembuskan nafas terakhirnya pada hari yang sama akibat tertular rabies dari gigitan anjing tersebut.

Ada pesan kuat yang disampaikan almarhum Reza ke ibunya sebelum meninggal dunia. Dia meminta ibunya melaporkan kasus gigitan anjing rabies tersebut ke polisi.

Adalah Lia Pratiwi (42), ibunda Reza yang menyampaikan hal itu.

Dengan mencoba menahan air matanya saat diwawancarai Tribun Medan di kediamannya di Jalan Sagu Raya Perumnas Simalingkar A, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa (15/6/2021).

Wanita berhijab biru ini mencoba menahan kesedihannya saat menceritakan anaknya yang meninggal dunia usai digigit anjing pada Kamis (10/6/2021) lalu.

Lia mengatakan, dalam perjuangan kasusnya, sang anak tetap semangat meskipun kondisinya lemah.

Muhammad Reza Aulia
Almarhum Muhammad Reza Aulia (berkaos merah).

"Jadi anak saya kondisinya itu lemah sekali. Tapi karena kasus ini, dia tetap semangat. Di dalam mobil sebelum sampai Polsek dia tidur saja. Tapi sesampainya di Polsek Tuntungan dia dengan semangat, mengajak ayok Mak, ayok," katanya.

Dengan nada lembut sembari menahan air matanya yang jatuh, Lia tetap berusaha melanjutkan cerita anaknya yang memperjuangkan kasus ini.

Baca juga: Kisah Sekda Nias Utara Tertangkap Konsumsi Ekstasi di Razia Prokes Polres Medan, Tes Urine Positif

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas