Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemen PPPA Apresiasi Komitmen Pemerintah Daerah dan Swasta Tanggulangi Masalah Pekerja Anak

Isu pekerja anak adalah salah satu isu serius yang mengancam terpenuhinya hak anak karena dapat mengganggu tumbuh kembang dan keselamatan mereka.

Kemen PPPA Apresiasi Komitmen Pemerintah Daerah dan Swasta Tanggulangi Masalah Pekerja Anak
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Gabungan beberapa lembaga swadaya masyarakat memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak Tahun 2015 di Kawasan Bundran HI, Jakarta Pusat, Minggu(14/6/2015). Mereka menuntut penghapusan perkerja anak dan memberi pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM - Pemenuhan hak dan perlindungan khusus untuk seluruh anak merupakan hal esensial untuk terwujudnya visi Indonesia Maju.

Isu pekerja anak adalah salah satu isu serius yang mengancam terpenuhinya hak anak karena dapat mengganggu tumbuh kembang, kesehatan, keselamatan, hingga pendidikannya.

Terlebih, penurunan pekerja anak merupakan salah satu dari 5 isu prioritas perempuan dan anak yang menjadi target KemenPPPA hingga 2024.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Bintang Darmawati, mengatakan, berbagai upaya pemerintah telah membawa sejumlah kemajuan namun angka pekerja anak di Indonesia masih memprihantikan, terutama setelah pandemi.

"Maka dari itu, kami ingin mengapresiasi para pihak yang telah menunjukkan kontributsi dan integritasnya dalam upaya penanggulangan pekerja anak."

"Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan peran terbaiknya untuk Indonesia bebas pekerja anak 2022,” kata Bintang. 

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Remitansi Turun 17,5 Persen dan Penempatan Pekerja Migran Merosot

Data BPS 2019 menunjukkan bahwa ada sekitar 1,5 juta pekerja anak berusia 10-17 tahun.

Bahkan berdasarakan data Sakernas, presentase pekerja anak di Indonesia meningkat dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, keberadaan anak di dunia kerja tidak bisa dibiarkan karena juga berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia.

Masalah pekerja anak bisa diakibatkan oleh situasi keluarga, latar belakang ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan lainnya.

Baca juga: RI Dorong Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran dan ABK Indonesia di Korea Selatan

Halaman
123
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas