Tribun

Elite Gerindra Bantah Prabowo Subianto Sudah Konsumsi Ivermectin dalam 4 Bulan Terakhir

Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar bahwa Prabowo Subianto, telah mengonsumsi obat jenis Ivermectin.

Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
Elite Gerindra Bantah Prabowo Subianto Sudah Konsumsi Ivermectin dalam 4 Bulan Terakhir
Kontan
ILUSTRASI. Obat anti parasit Ivermectin produksi Indofarma (INAF). 

Obat tersebut disebut-sebut akan menjadi game changer terbaru agar Indonesia bisa mengendalikan pandemi ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mewakili Pemerintah memastikan rakyat akan mendapat obat terapi murah untuk pencegahan dan penyembuhan dari virus SAR Cov-2.

Baca juga: Update Corona Global 28 Juni 2021: Jumlah Kasus Aktif di Seluruh Dunia Lebih dari 11,5 Juta

Erick mengatakan, persiapan pun sudah dilakukan PT Indofarma untuk memproduksi obat Ivermectin secara massal.

Sehingga ketika uji klinis selesai dilakukan dan izin edar sudah dikeluarkan BPOM, maka obat tersebut siap diproduksi besar-besaran dalam waktu singkat.

Erick Thohir Tanggapi Kontroversi Pengangkatan Abdee
Erick Thohir (Tangkap Layar KompasTV)

Baca juga: Update 27 Juni 2021: 8.024 Pasien Covid-19 di Indonesia Dinyatakan Sembuh

"Secara infrastruktur kami siap untuk memproduksi Ivermectin secara massal,” ujar Menteri Erick dalam keterangannya, Senin (28/6/2021).

“Jika uji klinis BPOM selesai dan sudah keluar izin edarnya sebagai tanda bahwa obat Ivermectin ternyata baik untuk kita semua, maka produksi ini akan kita genjot demi mengurangi dengan cepat kasus positif COVID-19," sambungnya.

Penyediaan obat terapi Covid-19 yang murah memang menjadi perhatian utama Menteri Erick Thohir.

Hal ini tak lain agar masyarakat yang lebih memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan pokok di tengah pandemi ini tidak lagi terbebani dengan harga obat yang mahal.

Menurut rencana harga obat terapi Ivermectin akan dibanderol dengan harga antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 setiap tabletnya.

"Dengan harga obat yang murah dan terjangkau, saya yakin rakyat akan bisa mendapatkannya dengan mudah dan tidak akan menjadi beban. Terlebih untuk pencegahan terhadap Covid-19, tidak perlu selalu dikonsumsi dan hanya 2-3 tablet,” tutur Erick.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas