Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Cegah Permainkan Harga Obat di Masa Pandemi, Pemerintah Tetapkan Eceran Tertinggi

Pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi, yang tidak merugikan perusahaan dan masyarakat.

Cegah Permainkan Harga Obat di Masa Pandemi, Pemerintah Tetapkan Eceran Tertinggi
pixabay.com
ILUSTRASI obat. Pemerintah mengaku sedang melakukan ujicoba terhadap obat asli Indonesia untuk vaksin corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta perusahaan-perusahaan obat, tidak mempermainkan harga di masa darurat Covid-19.

Pernyataan Luhut sebagai penanggungjawab pelaksanaan PPKM Darurat, menyusul kelangkaan obat-obatan yang terjadi di masa Darurat Covid-19

Perusahaan, kata Luhut, sudah mengambil begitu banyak keuntungan dari Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu.

Baca juga: Menteri Luhut Ancam Razia Gudang Perusahaan Obat yang Mainkan Harga di Tengah Darurat Covid-19

"Saya juga ingin mengimbau satu setengah tahun sudah mengambil untung begitu banyak masa sekarang ini masih terus begini," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin, (5/7/2021).

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta jangan ada kerumunan lagi terkait kenaikan angka kasus positif corona, Senin (30/11/2020)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta jangan ada kerumunan lagi terkait kenaikan angka kasus positif corona, Senin (30/11/2020) (maritim.go.id)

Pemerintah kata Luhut akan menertibkan dan mengatur harga obat-obatan yang harganya melambung karena permintaan yang tinggi di tengah Darurat Covid-19.

Baca juga: Oksigen Langka, Menkes Budi Gunadi Sadikin Akui Ada Hambatan Distribusi

Pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi, yang tidak merugikan perusahaan dan masyarakat.

"Aturan harga eceran tertinggi obat-obatan untuk penanganan pandemi Covid- 19 ini telah dibuat dan dihitung dengan cermat, pasti perusahaan itu tidak akan dirugikan, tapi jangan juga mengambil keuntungan dari kesulitan masyarakat," kata Luhut.

Luhut mencontohkan ivermectin yang harganya melambung hingga puluhan atau ratusan ribu per lembarnya, padahal harga aslinya di bawah 10 ribu.

Luhut mengancam akan merazia gudang obat-obatan bila dalam tiga hari harga obat-obatan tersebut tidak turun.

"Saya tekankan apabila dalam tiga hari kedepan kami masih mendapatkan harga-harga obat cukup tinggi atau terjadi kelangkaan maka kami akan mengambil langkah langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasikan keberadaannya," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas