Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Menteri Luhut Ancam Razia Gudang Perusahaan Obat yang Mainkan Harga di Tengah Darurat Covid-19

Ancaman Luhut selaku penanggungjawab pelaksanaan PPKM Darurat tersebut disampaikan menyusul melambungnya harga obat-obatan.

Menteri Luhut Ancam Razia Gudang Perusahaan Obat yang Mainkan Harga di Tengah Darurat Covid-19
Tribunnews.com/Rina Ayu
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (3/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan merazia gudang perusahaan obat-obatan apabila dalam tiga hari tidak menurunkan harga.

Ancaman Luhut selaku penanggungjawab pelaksanaan PPKM Darurat tersebut disampaikan menyusul melambungnya harga obat-obatan karena melonjaknya permintaan di tengah darurat Covid-19

"Saya tekankan apabila dalam tiga hari kedepan kami masih mendapatkan harga-harga obat cukup tinggi atau terjadi kelangkaan maka kami akan mengambil langkah langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka," kata Luhut dalam Konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Purnawirawan Jenderal TNI tersebut mengaku sudah mengidentifikasi gudang gudang perusahaan yang sengaja mempermainkan harga tersebut. Ia berjanji akan menindak tegas bila perusahaan mengabaikan peringatannya tersebut.

Baca juga: Luhut: 90 Persen Covid-19 di Jakarta Varian Delta

"Jadi paling lambat saya ulangi hari rabu, jadi Kamis tidak boleh terjadi kelangkaan. kita jangan diatur oleh orang-orang yang serakah. Saya tekankan hal ini. saya tekankan hal ini. Dan kita harus tindak tegas dan kita sudah peringatkan dan tidak mendengarkan peringatan kita, kita akan tindak tegas," katanya.

Luhut mencontohkan harga obat Ivermectin yang harganya melambung menjadi puluhan hingga ratusan ribu per lembarnya, padahal harga aslinya di bawah 10 ribu.

"Saya melihat misalnya ivermectin sampai dihargai beberapa puluh ribu padahal sebenarnya harganya di bawah Rp10.000 dan sudah ada marginnya di sana itu. Jadi semua Saya minta agar masuk akal," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas