Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Atasi Kelangkaan Gas Oksigen, PKS Minta Pemerintah Optimalkan Kapasitas Pabrik yang Menganggur

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Mulyanto mengatakan Pemerintah jangan ikut-ikutan panik dan langsung mengimpor gas oksigen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Atasi Kelangkaan Gas Oksigen, PKS Minta Pemerintah Optimalkan Kapasitas Pabrik yang Menganggur
Andri/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum memutuskan impor gas oksigen dari luar negeri, pemerintah sebaiknya memaksimalkan kapasitas produksi pabrik-pabrik gas oksigen yang menganggur.

Upaya ini bisa lebih efektif dan bermanfaat bagi pergerakan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Mulyanto kepada wartawan, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Apotek Diserbu Warga, Stok Obat Covid-19 Langka, PKS Desak Gelar Operasi Pasar

Mulyanto melihat pemerintah perlu mengurai masalah ini secara seksama.

Selanjutnya mengambil tindakan dan kebijakan yang tepat.

Pemerintah jangan ikut-ikutan panik dan langsung mengimpor gas oksigen.

"Daripada impor lebih baik pemerintah mengoptimalkan kapasitas pabrik gas oksigen yang selama ini menganggur (idle capacity) menuju 100 persen. Kalkulasinya harus matang. Sebab selama ini kinerja perdagangan gas oksigen kita makin membaik, impor terus menurun menuju kemandirian," ujar Mulyanto.

Rekomendasi Untuk Anda

Mulyanto menyebutkan, data BPS menunjukan impor gas menurun tajam sejak tahun 2017 sampai tahun 2020.

Dari impor sebesar 3,9 juta ton di tahun 2017 melorot menjadi hanya sebesar 1,3 juta ton di tahun 2020. 

Baca juga: Kabupaten Tangerang Krisis Alat PCR Test, di Depok Krisis Peti Mati Covid-19

Dibandingkan dengan produksi gas oksigen dalam negeri yang sebesar 640 juta ton per tahun maka impor gas oksigen kita hanya 0,2 %.

Artinya sebesar 99.8% kebutuhan gas oksigen kita dipenuhi dari pengadaan domestik.

Ini pun masih dengan kapasitas produksi sebesar 74%.

Masih ada kapasitas yang menganggur sebesar 26% atau sekitar 225 juta ton per tahun.

"Ini prestasi yang membanggakan. Bahkan beberapa waktu lalu kita berhasil membantu gas oksigen ini ke India," kata Mulyanto.

Dalam paparan Kemenkes saat Rapat Kerja di DPR menyebutkan dari sisi alokasi, sekarang ini sektor industri dialokasikan sebesar 70 persen.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas