Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Kondisi Ekonomi Sulit Akibat Pandemi, Pimpinan DPR Sebut Sejumlah Hal Perlu Diantisipasi

Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengatakan, dalam kondisi pandemi yang serba sulit saat ini, ada sejumlah hal yang perlu diantisipasi. 

Kondisi Ekonomi Sulit Akibat Pandemi, Pimpinan DPR Sebut Sejumlah Hal Perlu Diantisipasi
Istimewa
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun berdampak buruk pada kondisi perekonomian masyarakat. 

Apalagi belakangan jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat, ditambah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak tanggal 3-20 Juli 2021 sehingga sebagian kelompok masyarakat tidak bisa bekerja dengan efektif. 

Akibatnya, kondisi perekonomian masyarakat tidak stabil. 

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengatakan, dalam kondisi pandemi yang serba sulit saat ini, ada sejumlah hal yang perlu diantisipasi. 

Selain persoalan kesehatan, juga kondisi perekonomian masyarakat.

Baca juga: Golkar: Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur Tepat

"Pertama akibat pandemi ini pasti ekonomi akan berantakan, pasti ekonomi akan sulit dari logika tahapan-logika pandemi ini. Logika misalnya sekarang PPKM Darurat ini berakibat pada matinya beberapa segmen bisnis tertentu,” kata Gus Muhaimin kepada wartawan, Selasa (13/7/2021). 

Di sisi lain, katanya, recovery ekonomi secara makro juga belum bisa diandalkan. 

”Nah kalau krisis berubah menjadi resesi, kalau resesi berubah menjadi kekalutan ekonomi maka kita harus waspada. Kewaspadaan ini menyangkut bagaimana kita harus bangun solidaritas, bangun kebersamaan, bangun semangat gotong-royong, bahu-membahu, terutama kita pikirkan keluarga kita, kita pikirkan masyarakat kita agar tidak menjadi korban resesi,” tuturnya. 

Kedua, kata Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, hal yang harus diantisipasi jika pandemi ini tidak bisa segera diatasi dalam waktu cepat adalah mau tidak mau, pola budaya masyarakat harus ikut berubah. 

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas