Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Luhut Sentil Media, Suka Bikin Polemik dan Pernyataannya Soal Pengendalian Covid Dipotong-potong

Luhut menekankan, jangan sampai ada pernyataan bahwa ini terkendali akibat pernyataan yang sepenggal. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Luhut Sentil Media, Suka Bikin Polemik dan Pernyataannya Soal Pengendalian Covid Dipotong-potong
Capture Video kanal YouTube BNPB Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, masyarakat mesti paham bahwa varian delta Covid-19 tidak mudah dikendalikan. 

Luhut menekankan, jangan sampai ada pernyataan bahwa ini terkendali akibat pernyataan yang sepenggal. 

"Jadi, kalau Anda membuat berita-berita tidak benar untuk supaya, maaf, media Anda populer. Anda sebenarnya cenderung membuat orang lain bisa cedera, saya titip betul itu," ujarnya dalam video conference, Kamis (15/7/2021). 

Karena itu, dia meminta agar media tidak membuat polemik dengan menulis berita-berita yang kontradiksi atau pernyataannya dipotong-potong. 

Baca juga: Luhut: Tolong, Kita Kompaklah Nanti Selesai Pandemi Anda Mau Anu Lagi Silakan

"Kalau boleh saya titip teman-teman media, kita ini menyelamatkan nyawa orang. Jadi, makin banyak kita bikin berita-berita tidak benar makin stres orang, makin banyak orang meninggal," kata Luhut. 

Baca juga: Arief Poyuono Setuju Luhut Jangan Ancam Pengkritik Pemerintah

Di sisi lain, dia menambahkan, varian delta tidak hanya menyasar Indonesia saja, tapi juga banyak negara yang bahkan sudah memutuskan untuk lepas masker. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Jangan kita melihat bahwa Indonesia saja yang kena, itu Inggris kena, Belanda kena, perdana menteri Belanda kemarin minta maaf karena dia menyetujui lepas masker beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

"Kemudian, Malaysia itu sampai hari ini juga, ini juga Rusia, Indonesia, Thailand, dan seterusnya, Amerika sendiri sekarang juga terjadi kenaikan luar biasa," pungkas Luhut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas