Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Direktur P3S: Sulit Bicara Investasi di Saat Krisis Pandemi Masih Mengancam

Jerry mengklaim sudah tiga kali menyarankan lockdown dan darurat Covid-19 pada awal 2020.

Direktur P3S: Sulit Bicara Investasi di Saat Krisis Pandemi Masih Mengancam
Tribunnews/Herudin
Petugas gabungan Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP melakukan penyekatan sebelum underpass Jalan Jenderal Basuki Rachmat atau yang dikenal dengan Underpass Basura, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). Polisi menambah titik penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat termasuk sebelum Underpass Basura untuk mengurangi mobilitas warga. Tribunnews/Herudin 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) Jerry Massie menyoroti soal kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi Covid-19 yang kian hari kasusnya kian melonjak.

Diketahui, data per Kamis (15/7/2021) kemarin kasus harian positif Covid-19 kembali pecah rekor dengan 56.757 kasus tambahan, 19.049 kasus sembuh, dan 982 kasus meninggal dunia.

"Saya nilai pemimpin kita tak mampu mengatasi persoalan ini. Sudah ada beberapa negara yang me-lockdown negara kita sebagai contoh Bahrain, Inggris, Filipina dan masih banyak lagi," kata Jerry dalam siaran pers yang diterima, Jumat (16/7/2021).

Jerry mengklaim sudah tiga kali menyarankan lockdown dan darurat Covid-19 pada awal 2020.

Baca juga: Ekonom Sebut PPKM Darurat Mirip Lockdown Terselubung

"Dan sekarang kita masuk zona merah. Jadi sulit bicara investasi di saat krisis pandemi masih mengancam," lanjutnya.

Dia memahami sejumlah wilayah telah mengajukan rencana karantina wilayah atau lockdown, di antaranya DKI Jakarta, Tegal, Kaltim, Papua, tetapi ditolak pemerintah pusat.

"Dan sekarang bukan kita yang me-lockdown, tapi justru negara-negara lain yang menutup akses ke Indonesia. Intinya pemerintah takut rugi, padahal yang dipakai duit rakyat," ujarnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas