Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sejarah dan Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli

Berikut adalah sejarah dan ucapan Selamat Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Sejarah dan Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli
Kemen-PPA
Berikut adalah sejarah dan ucapan Selamat Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli. 

3. Anak itu cahaya yang mampu menyinari suramnya kemajuan bangsa.

4. Selamat hari anak nasional hari anak adalah hari untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa anak adalah peta yang memberikan cahaya kebanggaan dan petunjuk untuk masa depan yang jelas dan lebih baik selamat hari anak nasional jayalah terus anak-anak Indonesia

5. Selamat hari anak nasional anak adalah buah hati yang kehadirannya selalu mengobati setiap luka yang ada anak adalah harapan masa depan peradaban sebuah bangsa jadilah generasi penerus bangsa yang lebih baik dan bermartabat.

6. Dari ibu

“Saat hidupmu bahagia, ibumu tidak pernah memintamu untuk membagi kebahagiaan mu kepadanya, tapi saat kamu terluka ibumu selalu datang untuk menerima bagian dari luka mu.

7. Dari Ayah

Selalu ada alasan untuk setiap hal yang terjadi. Tidak ada seorang pun yang datang dan pergi di hidupmu tanpa seizin Tuhan

Rekomendasi Untuk Anda

8. Dari Guru:

Tantangan terberat belajar ditengah Pandemi Covid-19, tetap semangat anak-anakku dalam belajar dan menuntut ilmu. Meski harus belajar dari rumah. Selamat Hari Anak Nasional.

9. Jangan pernah mengeluh sebelum berjuang anak-anakku. Dalam kondisi apapun kamu harus tetap semangat dalam meraih cita-citamu. Raihlah ilmu setinggi-tingginya. Selamat Hari Anak Nasional.

10. Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya. Persiapkan hari ini sebaik-baiknya untuk menghadapi hari esok yang baru. (Mahatma Gandhi)

11. Anak adalah buah hati yang selalu hadir dan menjadi harapan masa depan peradaban.

12 . Pengorbanan terbaik orang tua bila anak-anaknya mampu menjadi generasi unggulan penerus cita-cita bangsa dan negara.

13 . Tidak hanya menjadi tumpuan keluarga melainkan anak adalah secercah asa yang menjadi penjelas masa depan bangsa.

14. Mengisi kemerdekaan sebuah negara sama halnya mengisi (mendidik) generasi penerus bangsa (anak) dengan cita-cita luhur.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas