Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Legislator PKS Nilai Pemerintah Kurang Menghargai Kemampuan Ahli Vaksin Indonesia

Indonesia punya banyak tenaga ahli di berbagai bidang, termasuk di bidang vaksin tapi terkesan kurang didukung pemerintah.

Legislator PKS Nilai Pemerintah Kurang Menghargai Kemampuan Ahli Vaksin Indonesia
Andri/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Mulyanto menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan kurang mendukung kemampuan ahli vaksin Indonesia.

Menurut Mulyanto, Indonesia punya banyak tenaga ahli di berbagai bidang, termasuk di bidang vaksin.

Namun sayangnya keberadaan para ahli ini tidak dihargai sehingga wajar kalau beberapa di antaranya memilih berkarir di luar negeri.

"Orang Indonesia itu pintar-pintar. Jadi tidak benar stigma yang mengatakan kita ini bangsa kuli, bangsa tempe. Nyatanya kita punya Begawan Teknologi Prof. Dr. BJ. Habibie. Bahkan kita mampu menerbangkan pesawat N-250 si Gatot Kaca yang berteknologi canggih," ujar Mulyanto kepada Tribunnews, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Berikut Aturan PPKM Level 4 di Wilayah Sumatera, Sulawesi hingga Papua Mulai 3-9 Agustus 2021

Mulyanto menambahkan belum lama ini heboh diberitakan soal Indra Rudiansyah, peneliti Indonesia yang terlibat dalam penelitian vaksin AstraZeneca.

Padahal selain Indra Rudiansyah, ada peneliti perempuan Indonesia yang turut tergabung dalam tim Jenner Institute yang mengembangkan vaksin AstraZeneca, yakni Carina Citra Dewi Joe.

Berbeda dengan Rudiansyah, yang masih merampungkan Ph.D-nya, Carina mendapat beasiswa di Oxford University hingga selesai mendapat gelar Ph.D.

Carina bekerja 7 hari seminggu dan 12 jam per hari tanpa libur selama 1,5 tahun.

Buahnya vaksin Oxford-AstraZeneca ini sudah disetujui di 178 negara dan diproduksi sebanyak 700 juta dosis.

Ada puluhan ribu nyawa diselamatkan dan Carina turut andil di dalamnya.

Baca juga: Kemensos Lakukan Pendampingan Penyandang Disabilitas untuk Program Vaksinasi

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas