Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Dimotori Tokoh Nasional, Forum Solidaritas Kemanusiaan Dukung Perpanjangan PPKM Level 4

Prof DR Baiquni menjelaskan, kebijakan pemerintah membatasi mobilitas masyarakat memang dilematis tetapi ini perlu dilakukan demi meredam Covid-19.

Dimotori Tokoh Nasional, Forum Solidaritas Kemanusiaan Dukung Perpanjangan PPKM Level 4
Kagama
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor DR M. Baiquni 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Forum Solidaritas Kemanusiaan (ForumSK) yang diprakarasai dan dimotori tokoh nasional, guru besar, pegiat sosial dan profesional mendukung pemerintah memperpanjang PPKM demi alasan kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor DR M. Baiquni dan Profesor Winda M. Mingkid dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Bersama sejumlah tokoh, keduanya merupakan deklarator ForumSK, Selasa (3/8/2021).

Dewan Pengarah Forum Solidaritas Kemanusiaan Prof Baiquni menegaskan pihaknya melakukan langkah-langkah nyata dengan menangani edukasi dan literasi terkait Covid-19.

“Hal ini salah satu cara kami membantu masyarakat agar memiliki kepercayaan diri dan kemandirian dalam menghadapi situasi pandemi. Termasuk cara kami mengisi kekosongan yang sudah dilakukan pemerintah selama ini,” ungkap Baiquni dalam keterangan pers kepada Tribunnews, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Perpanjangan PPKM hingga 9 Agustus, Mendagri Tito Terbitkan 3 Inmendagri untuk Kepala Daerah

Prof Baiquni menjelaskan, serangkaian kebijakan pemerintah yang dilaksanakan untuk membatasi mobilitas masyarakat memang dilematis tetapi hal ini perlu dilakukan agar dapat meminimalisir penularan Covid-19.

Baca juga: Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus dengan Beberapa Penyesuaian

Di sisi lain, problem sosial di tengah masyarakat perlu diperkuat dengan mengambil kearifan lokal untuk membangun kemandirian masyarakat dengan cara gotong royong dengan saling memberi dan mengambil bahan makanan atau sedekah gotong-royong (Segoro).

“Jadi model kearifan lokal dari masing-masing daerah caranya beda-beda dan model mandiri seperti ini bisa dibuat di komunitas diberbagai tempat. Mari bergerak bersama Forum Solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof. Winda Mercedes Mingkid.

Menurutnya, bangsa Indonesia butuh kearifan lokal yang telah dilakukan oleh leluhur turun temurun yaitu gotong royong, mapalus, balale, alak tau, nugal untuk bersama – sama, bahu membahu melawan virus ini sesuai peran masing-masing.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas