Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penyidik KPK Memeras

KPK Telusuri Bukti Elektronik Milik Wali Kota Nonaktif Tanjungbalai M Syahrial

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri isi dari bukti elektronik milik Wali Kota nonaktif Tanjungbalai Muhamad Syahrial.

KPK Telusuri Bukti Elektronik Milik Wali Kota Nonaktif Tanjungbalai M Syahrial
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial ditahan usai dijerat KPK sebagai tersangka pemberi suap penerimaan hadiah atau janji. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri isi dari bukti elektronik milik Wali Kota nonaktif Tanjungbalai Muhamad Syahrial.

Tersangka kasus dugaan suap terkait penghentian perkara di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019 itu diperiksa pada Kamis (19/8/2021) kemarin.

"Yang bersangkutan dikonfirmasi antara lain mengenai berbagai isi dari bukti elektronik miliknya yang diduga terkait dengan perkara tersebut," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (20/8/2021).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka.

Ketiga orang itu adalah Wali Kota nonaktif Tanjungbalai Muhamad Syahrial, eks Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju, dan pengacara Maskur Husain.

JPU KPK telah mendakwa Syahrial menyuap Robin Rp1,695 miliar. Suap diberikan agar Robin membantu mengurus perkara korupsi yang diduga melibatkan Syahrial.

“Memberikan sesuatu berupa uang yang seluruhnya berjumlah Rp1.695.000.000,” kata jaksa KPK dikutip dari salinan dakwaan. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Eks Penyidik Robin Ubah Keterangan, KPK Cari Bukti Kronologi Persengkokolan

Mulanya, Syahrial ingin maju dalam Pilkada Tanjungbalai 2021-2026, namun khawatir akan terganjal oleh kasus korupsi proyek dan jual-beli jabatan yang sedang diselidiki KPK.

Ia lantas mendapat kenalan seorang penyidik KPK, yaitu Robin, yang menjanjikan bisa menghentikan penanganan perkara. Keduanya kemudian melakukan pertemuan.

Dalam pertemuan itu, Syahrial meminta bantuan Robin agar kasusnya tidak naik ke penyidikan. Robin setuju. Mereka bertukar nomor telepon.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas