Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Undang Megawati, Cara Jokowi Redam Kritik 'Banteng'? 

Pertemuan yang tiba-tiba itu membatalkan agenda Megawati yang sedianya menjadi pembicara dalam Webinar Kebangsaan Lintas Agama yang digelar PDIP.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Undang Megawati, Cara Jokowi Redam Kritik 'Banteng'? 
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Momen Jokowi saat Megawati Soekarnoputri menceritakan menangis demi membela presiden. 

Foto bersama Ketua Umum Partai Golkar itu menimbulkan tafsir bermacam-macam terutama di publik. Salah satunya Jokowi lebih nyaman dengan Partai Golkar ketimbang PDIP

Penunjukkan dua elit Golkar --Airlangga dan Luhut Binsar Pandjaitan-- pada posisi pemegang otoritas penanggulangan Covid-19 pun dinilai sebagai bukti kenyamanan Jokowi

"Publik melihat pertemuan ini terkesan spesial, karena belakangan ini beredar spekulasi liar bahwa PDIP dan Jokowi ‘bentrok hati’, ditengarai karena sejumlah elit PDIP mengkritik Jokowi. Kondisi politik makin spekulatif setelah Gibran mengunggah foto Jokowi dan Airlangga yang ditafsir publik Jokowi lebih nyaman ke Golkar yang selalu loyal," ungkap Adi.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyebut Jokowi sendiri tak bisa disalahkan ketika hubungannya menjadi renggang dengan PDIP

Menurutnya, kepercayaan Jokowi kepada elit Golkar tak lepas dari 'pengkhianatan' yang dilakukan eks Menteri Sosial Juliari Batubara ketika menyalahgunakan wewenang dalam perkara bantuan sosial (bansos).

"Persepsi masyarakat kan saat ini Jokowi dengan Megawati atau dengan PDIP sedang renggang, karena terkait pak Jokowi lebih suka bekerja dengan kader Golkar yaitu Airlangga Hartarto dan Luhut Binsar Pandjaitan di masa pandemi ini untuk penanggulangan Covid-19," kata Hendri. 

"Walaupun saya tidak bisa menyalahkan pak Jokowi 100 persen, karena kader PDIP Juliari Batubara saat diminta ngurus bansos yang sangat strategis di pandemi itu malah berkhianat dan melakukan korupsi," imbuhnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kepercayaan Megawati ke Jokowi Pulih Kembali 

Pascapertemuan Megawati dan Jokowi pada Rabu (18/8) siang, hubungan partai berlambang kepala banteng moncong putih dengan Jokowi dipercaya pulih kembali. 

Bukan tanpa sebab, Megawati terpantau pasang badan dan mengkritik keras para pihak yang mengkritik Jokowi dalam acara peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Besakih, Bali, secara daring. 

Sebelum meresmikan acara, Megawati menyampaikan keprihatinannya terkait kerapnya Jokowi menerima kritik yang kerap disampaikan secara tidak beretika. 

"Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus. Kurus kenapa? Mikir kita, mikir rakyat. Masa masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut, saya bilang. Saya dibully juga nggak takut kok. Coba datang berhadapan. Jantan kamu. Kita mesti berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," kata Megawati

Direktur Eksekutif Lingkar Mardani Ray Rangkuti mengatakan undangan Jokowi ke Megawati terbukti sebagai langkah politis yang berhasil. Pidato Megawati yang mengkritik para pengkritik Jokowi merupakan indikasi nyata. 

"Tentu ini langkah politis yang berhasil dari pak Jokowi. Politik makan siang dapat menyelesaikan bahkan hampir seluruh ketegangan politik. Jika membaca pidato ibu Mega yang mengecam para pengkritik pak Jokowi, nampaknya itu juga isyarat agar kader PDIP mulai fokus untuk kembali mendukung kebijakan-kebijakan pak Jokowi," kata Ray. 

Ray melihat besar kemungkinan tidak akan ada perubahan drastis dalam kebijakan dan langkah Presiden Jokowi dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Dimana akan berjalan sebagaimana seperti sekarang. 

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas