Tribun

Penangkapan Terduga Teroris

Puluhan Terduga Teroris JI yang Ditangkap Ternyata Mengincar Hari Besar untuk Melancarkan Aksinya

Jaringan JI yang kerap melakukan aksi teror yang berkaitan dengan pemerintah di antaranya kantor polisi hingga tempat kerumunan banyak orang asing.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Puluhan Terduga Teroris JI yang Ditangkap Ternyata Mengincar Hari Besar untuk Melancarkan Aksinya
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Kondisi ruko milik terduga teroris di Jalan Jagir, Wonokromo, Surabaya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan terduga teroris Jamaah Islamiah (JI) yang ditangkap ternyata mengincar hari-hari besar tertentu untuk melancarkan aksi teror. Tujuan utamanya kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan.

Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sementara sejumlah tersangka teroris JI yang ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Total, ada 58 teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri.

"Beberapa keterangan-keterangan yang disampaikan oleh beberapa tersangka ini memang yang akan disasar di tanggal-tanggal tertentu. Di hari-hari besar itu adalah berkenaan dengan pemerintah. Jadi mereka ini kan yang bertentangan dengan pemerintah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (22/8/2021).

Argo mencontohkan latar belakang jaringan JI yang memang kerap melakukan aksi teror yang berkaitan dengan pemerintah.

Di antaranya kantor polisi hingga tempat kerumunan yang banyak terdapat orang asing.

Baca juga: Mahfud MD Pimpin Aksi Hening 2 Menit Untuk Penghormatan bagi Korban Terorisme

"Jadi ke pemerintah ini lah yang mereka sasar itu. Artinya mereka yang sasar jadi suatu target. Seperti zaman dulu ada tempat polisi, tempat kerumunan dari orang-orang asing yang ada di Indonesia sudah kita petakan semuanya," ujar dia.

Ia menuturkan agenda kegiatan teror itu gagal karena pelaku keburu tertangkap. Namun, Polri tak menjelaskan secara rinci agenda teror yang bakal dilakukan puluhan teroris JI tersebut.

"Tentunya jaringan ini kan tidak pisah namun ini ada keterkaitan dan kadang-kadang masih ada hubungan. Artinya hubungannya tuh apa yang telah direncanakan kemudian nanti yang ketangkep artinya perencanaan gagal. Tapi ini ada kaitannya. Jadi ada jaringannya. Ada suatu agenda yang sudah dibuat oleh mereka," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas