Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jaksa Sebut Eks Bupati Kuansing Kasih Uang ke Orang Mengaku Pegawai KPK, Ini Kata Jubir KPK Soal Itu

Dalam dakwaan, Mursini disebut setor dana kepada orang yang mengaku sebagai pegawai KPK sebanyak dua kali, yakni sebesar Rp 500 juta da Rp 150 juta.

Jaksa Sebut Eks Bupati Kuansing Kasih Uang ke Orang Mengaku Pegawai KPK, Ini Kata Jubir KPK Soal Itu
unodc.org
Ilustrasi korupsi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orang yang mengaku pegawai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut dalam dakwaan kasus korupsi eks Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Mursini

Jaksa menyebut pegawai dari KPK itu menerima dana terkait kasus rasuah sebesar Rp 650 juta dari Mursini.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri meminta Mursini menjelaskan sosok orang tersebut. 

KPK nantinya akan menindaklanjuti orang yang terima duit itu jika benar berasal dari instansinya.

Baca juga: Divonis 9 Tahun Penjara Terkait Korupsi Bansos Covid-19, Matheus Joko Pikir-pikir untuk Banding

"Meskipun peristiwanya pada 2017 lampau, kami tetap mendorong pihak terdakwa bisa membantu kami menelusuri pihak dimaksud, apakah benar merupakan pegawai KPK atau bukan," ujar Ali dalam keterangannya, Rabu (1/9/2021).

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menegaskan pihaknya tak pernah menetapkan Muhammad Nazaruddin sebagai justice collaborator yang kini telah bebas.
Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menegaskan pihaknya tak pernah menetapkan Muhammad Nazaruddin sebagai justice collaborator yang kini telah bebas. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Ali mengatakan, KPK butuh keterangan Mursini untuk memastikan kebenaran orang yang dimaksud. 

Lembaga antirasuah juga tidak segan menindak pegawainya jika terbukti menerima duit dari tindakan korupsi.

"Hal ini penting bagi kami untuk memastikan tegaknya profesionalitas KPK dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi," kata Ali.

Lebih jauh, Ali juga meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan penipuan mengatasnamakan KPK

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas