Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Romo Benny: Pinjaman Online Ilegal Lukai Keadilan Publik

Romo Benny menyebut, rentenir online memiliki ciri umum, yaitu memberikan pinjaman dengan bunga sangat tinggi nyaris tidak masuk akal

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Romo Benny: Pinjaman Online Ilegal Lukai Keadilan Publik
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo. 

Hal lain yang menjadi pemikat adalah syarat mudah dan cair cepat.

"Cukup memberi fotokopi identitas dan foto diri misalnya," katanya.

"Aturan bunga dibuat sesukanya ketika si peminjam gagal membayar pinjaman, katakanlah sampai 2 bulan, si lintah darat bisa saja mewajibkan si peminjam membayar bunga hingga tiga kali lipat. Bunga yang terus menerus menjerat ini terus menghisap si peminjam sampai nilai utang jadi membengkak luar biasa besar," kata Romo Benny.

Lalu, saat kredit macet, mereka menawarkan utang baru.

Baca juga: Pinjol Ilegal Bermodus Koperasi Simpan Pinjam Terungkap, 8 Orang Ditangkap 2 WNA Masih Buron

"Ciri berikutnya adalah ketika ada pinjaman yang macet, si lintah darat biasanya tak segan menawarkan utang baru untuk menutup utang lama. Si rentenir bisa bekerjasama dengan lintah darat lain untuk menggarap si korban peminjam ini," ujarnya.

Rentenir tidak segan memakai cara kasar ketika pembayaran utang mulai terhambat.

Si lintah darat tak segan berbuat kasar saat menagih pembayaran utang.

Rekomendasi Untuk Anda

Rentenir online memakai jasa debt collector agar si peminjam takut sehingga mau tidak mau akan membayar utangnya.

"Pinjaman online ilegal sejatinya bertentangan dengan nilai Pancasila. Hal ini karena nilai Ketuhanan yang Maha Esa seharusnya memperlakukan manusia sebagai martabat yang tidak boleh diinjak martabatnya oleh sesama," kata Romo Benny.

Leeat teror, intimidasi, dan ancaman lainnya tidak sesuai dengan azas keadilan.

"Dengan bunga yang tidak masuk akal dan di luar kewajaran ini berarti rasa keadilan publik di lukai," katanya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas