Tribun

Kebakaran di Lapas Tangerang

Pascakebakaran, Kondisi Psikis Puluhan Napi Lapas Tangerang Alami Trauma dan Mimpi Buruk

Kebakaran Lapas Tangerang yang menewaskan 49 warga binaan menyisakan trauma dan kecemasan cukup berat bagi para narapidana yang selamat.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Pascakebakaran, Kondisi Psikis Puluhan Napi Lapas Tangerang Alami Trauma dan Mimpi Buruk
Istimewa
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kebakaran Lapas Tangerang yang menewaskan 49 warga binaan menyisakan trauma dan kecemasan cukup berat bagi para narapidana yang selamat.

Hal itu diketahui setelah Dinas Kesehatan Kota Tangerang bersama pihak Lapas membuka layanan trauma healing.

Dinkes Kota Tangerang menyebut ada 83 narapidana yang mengalami cemas dan sulit tidur pascakejadian yang menghuni Blok Chandiri di penjara berusia 42 tahun tersebut.

Baca juga: Polisi Sebut Semua Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, 2 Jenazah Tunggu Legalitas DVI

Kepala Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dokter Indri Bevy mengatakan, pihaknya telah melakukan trauma healing kepada 83 narapidana yang selamat dari peristiwa tersebut.

Selanjutnya, trauma healing juga dilakukan pada petugas lapas yang berjaga saat kejadian.

"Trauma healing saat ini difokuskan pada para napi. Setelah itu dilanjutkan ke petugas yang berjaga saat kejadian," kata Bevy Jumat (17/9/2021).

Bevy menjelaskan sejak hari kedua pascakebakaran, tim Dinkes Kota Tangerang sudah turun untuk melakukan pendekatan, penenangan dan pendalaman bagi korban.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh apa gangguan psikis atau mental yang diderita korban selamat Blok C.

Pendekatan itu dilakukan juga untuk narapidana blok tetangga yang sekadar mendengar atau melihat langsung kejadian.

“Sebelum para napi bertemu dokter, Dinkes telah menyebar kuesioner dengan 29 poin pertanyaan. Melalui tahapan itu, baru ditentukan mereka membutuhkan penanganan psikiater atau psikolog dengan berbagai status traumanya,” kata Bevy.

Baca juga: 38 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Sudah Diserahkan kepada Pihak Keluarga

Kepala bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Kota Tangerang Amir Ali mengatakan, melalui hasil kuesioner, diketahui para napi banyak yang mengalami kecemasan dan kesulitan tidur akibat terbawa mimpi buruk kejadian itu.

"Melalui tahapan skrining itu diketahui beberapa napi mengalami trauma yang cukup berat. Melalui trauma healing ini belasan dokter psikiater dan psikolog diturunkan untuk mendampingi warga binaan," kata Amir.

Amir menambahkan, sejauh ini baru melakukan terapi kejiwaan dan terapi pengobatan.

Dan hasilnya belum ada yang naik pada tahap rujukan karena proses terapi dilakukan secara person to person, sehingga sampai saat ini baru sekitar 83 napi yang ditangani.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas