Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Guru Besar IPB Dukung Langkah Kementan Antisipasi Gagal Panen di Musim Hujan

Kalau kondisi hujan tidak luar biasa atau normal, keberadaan embung, rehab jaringan tersier, dan asuransi pertanian cukup memadai

Guru Besar IPB Dukung Langkah Kementan Antisipasi Gagal Panen di Musim Hujan
Tribunnews/JEPRIMA
Petani saat melakukan perawatan tanaman jagung di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (6/4/2021). Harga jual jagung di tingkat petani terpantau masih stabil, saat ini harga dari petani Rp 4.000. Kondisi ini karena didukung kondisi cuaca yang stabil hingga saat panen jagung hasilnya cukup bagus. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah mengalami kemarau berkepanjangan, Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap pertanian tanah air.

Untuk mencegah terjadinya efek buruk seperti gagal panen akibat kebanjiran, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan berbagai antisipasi untuk ketersediaan pangan.

Di antaranya, pembuatan embung, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, serta program asuransi pertanian.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir Hermanto Siregar, M.Ec. menilai upaya Kementan mencegah risiko gagal panen tersebut sudah cukup tepat.

"Kalau kondisi hujan tidak luar biasa atau normal, keberadaan embung, rehab jaringan tersier, dan asuransi pertanian cukup memadai," ujar Prof. Dr. Ir Hermanto Siregar, M.Ec, yang diterima media Kamis, (23/9/2021).

Baca juga: Jalankan ESG, GRP Gandeng Komunitas IPB University

Hermanto menilai, beragam upaya yang dilakukan Kementan tersebut sudah cukup efektif untuk melindungi petani dari bahaya kebanjiran.

Upaya Kementan tersebut juga sangat bagus dan patut didukung sebagai antisipasi dari pemerintah untuk mengatasi ketersediaan pangan di musim penghujan.

Hermanto mengungkapkan, banyak faktor yang menentukan kenaikan produktivitas pangan. Program-program unggulan Kementan yang dilakukan selama ini termasuk di antaranya.

Kementan mengklaim program unggulannya tersebut memannng telah berhasil untuk meningkatkan produktivitas pertanian pada sejumlah daerah.

Halaman
12
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas