Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua di Dunia

Indonesia merupakan kontributor sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok dengan estimasi 0,48–1,29 juta metrik ton per tahun.

Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua di Dunia
Shutterstock
Ilustrasi sampah plastik (Shutterstock) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia merupakan kontributor sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok dengan estimasi 0,48–1,29 juta metrik ton per tahun.

Itu menurut Jenna R. Jambeck dalam artikelnya Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean tahun 2015.

Menurut Lebreton dalam River Plastic Emissions to The World’s Oceans (2015), masalah sampah di Indonesia umumnya disebabkan oleh aktivitas antropogenik dari darat yang kemudian masuk ke laut melalui sungai-sungai yang ada. 

Data menunjukkan, sebanyak 80 persen sampah laut berasal dari sampah yang dihasilkan di daratan yang berasal dari kegiatan antropogenik manusia. 

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkary menuturkan sampah asli yang dihasilkan dari aktivitas laut sendiri hanya sejumlah 20 persen.

Baca juga: Jadi Solusi Persoalan Sampah DKI, Warga Bisa Pantau Emisi FPSA Tebet

"Kondisi-kondisi seperti ini yang perlu kita kelola dengan baik, yang direfleksikan dalam langkah-langkah komunikasi, informasi, dan penyadar-tahuan atau edukasi (KIE), " ungkap Septriana dalam webinar Creativetalk Pojok Literasi, Minggu (26/9/2021).

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Yusuf menyampaikan laporan International Coastal Cleanup 2018 sampah puntung rokok menempati posisi pertama dengan jumlah 2.412.151. 

Sementara sisanya adalah sampah pembungkus makanan dan sampah plastik berupa botol minuman, kantong kresek, sedotan plastik, wadah plastik, tutup minuman plastik dan styrofoam.

"Yang harus kita lakukan dalam menangani sampah, antara lain mengurangi penggunaan produk sekali pakai, mendaur ulang, mengubah mindset masyarakat bahwa laut bukan keranjang sampah," ungkap Yusuf.

Yusuf menghimbau agar masyarakat bersama-sama melindungi laut Indonesia dari sampah agar Laut bersih, ekosistem laut sehat, ikan melimpah, dan masyarakat sejahtera.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas