Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Songsong Pemilu 2024, Gus Jazil: PKB Wajib Usung Capres Sendiri

Langkah persiapan menyongsong agenda Pemilu 2024 terus dilakukan PKB dengan melakukan penataan struktur kepartaian hingga ke tingkat ranting. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Songsong Pemilu 2024, Gus Jazil: PKB Wajib Usung Capres Sendiri
Chaerul Umam
Jazilul Fawaid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 memang belum dimulai.

Namun, langkah persiapan menyongsong agenda Pemilu 2024 terus dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Satunya dengan melakukan penataan struktur kepartaian hingga ke tingkat ranting. 

Baca juga: Pemerintah Usul Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, Begini Respons Komisi II DPR

Wakil Ketua Umum PKB Bidang Pemenangan Pemilu Jazilul Fawaid mengatakan, Pemilu 2024 adalah momentum bagi PKB untuk mewujudkan kembali kekuatan PKB yang dulu pernah menjadikan kader terbaiknya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden. 

”Pemilu 2024 itu adalah pemilihan serentak, pilpres dan pileg. Dua-duanya harus menang, baru sempurna,” kata Jazilul Fawaid saat memberikan pengarahan pada acara Penyerahan SK dan Penandatanganan Pakta Integritas, Coaching Clinic, dan Launching Pencalegan Dini yang digelar DPW PKB Sumatera Selatan di Kota Palembang, pada Senin (27/9/2021). 

Dikatakan Gus Jazil–sapaan akrab Jazilul Fawaid–langkah untuk memenangkan pemilu serentak harus dibuktikan dengan dua hal, yakni menang di legislatif dan PKB harus bertekad untuk mengusung calon presiden (capres) sendiri. 

Sebab, dalam pemilu serentak, ada efek ekor jas, dimana parpol yang memiliki capres atau cawapres lah yang paling diuntungkan karena dipastikan akan mendongkrak perolehan suara partai. 

Rekomendasi Untuk Anda

”Pemilu lalu kita masih ada KH Ma’ruf Amin yang punya identitas ke-NU-an dan juga PKB. Bayangkan jika pada 2024 di gambar pasangan capres-cawapres tidak ada gambar PKB atau tokoh kita, kita terpaksa berkampanye untuk orang lain,” urainya. 

Baca juga: Airlangga-Muhaimin Ungkap Rencana ke Depan Antara Golkar dan PKB

Namun, karena ada syarat presidential threshold (PT) 20 persen untuk bisa mengusung pasangan calon, kata Gus Jazil, mau tidak mau PKB harus mencari tandem partai lain untuk berkoalisi. 

”Kita berharap 2024 suara PKB mengalami kenaikan dengan target 100 kursi DPR RI atau sekitar 15 persen suara di DPR,” katanya. 

Untuk mencapai target tersebut, kata Gus Jazil, satu langkah yang harus dilakukan yaitu menggaungkan calon presiden atau calon wakil presiden dari internal PKB sendiri.

”Kalau ada masukan dari DPW silakan dibahas siapa yang pas,” katanya. 

Untuk target 100 kursi DPR, PKB melakukan penetapan kepengurusan DPC-DPW se-Indonesia dan penandatangan pakta integritas.

Langkah itu dimaksudkan agar pengurus partai bukan menjadi urusan, tapi pengurus adalah bagian dari penataan struktur pemenangan. 

”Selepas ditandatangani harus menata struktur sampai tingkat ranting, struktur paling bawah sebagai alat pemenangan,” urainya. 

Baca juga: Pemerintah Usul Pemilu 2024 Digelar 15 Mei

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas