Tribun

Sabam Sirait Meninggal Dunia

Basarah dan Zulhas Sebut Sabam Referensi dan Mentor Politik

Sabam Sirait merupakan sumber referensi perjuangan politik dan menjadi salah satu tokoh nasional yang kiprahnya dapat dirasakan bagi kehidupan berbang

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
Basarah dan Zulhas Sebut Sabam Referensi dan Mentor Politik
Ist
Wakil Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan melayat mendiang Sabam Sirait di rumah duka kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota MPR RI paling senior, Sabam Sirait merupakan sumber referensi perjuangan politik dan menjadi salah satu tokoh nasional yang kiprahnya dapat dirasakan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam pembangunan demokrasi di Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah saat melayat Sabam Sirait di rumah duka di Jalan Depsos, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (1/10/2021) malam.

Basarah mengenal Sabam sejak zaman aktivis, mulai dari Ketua GMNI Cabang Jakarta sampai jadi Sekjen Presidium GMNI.

Perkenalannya dengan Sabam Sirait dimulai dari zaman perjuangan politik melawan Orde Baru sampai dengan era Reformasi.

"Pembangunan demokrasi di Indonesia adalah salah satu legacy yang pernah ditorehkan oleh Pak Sabam sepanjang hidupnya dalam segenap perjuangan politiknya yang dia lakukan hingga akhir," ungkap Basarah.

Basarah pun mengajak politisi dan generasi muda untuk meniru jejak langkah Sabam dal hal pengabdian total bagi bangsa dan negara.

Baca juga: Sosok Sabam Sirait dalam Kacamata Ketua MPR RI dan Ketua DPD RI

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah melayat mendiang Sabam Sirait di rumah duka kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah melayat mendiang Sabam Sirait di rumah duka kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. (Ist)

Wakil Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa Sabam Sirait merupakan sosok mentor dan inspiratif dalam berpolitik.

"Kita kehilangan dan saya kira pak Sabam bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu meneladani, terutama politik kebangsaannya," tambahnya.

Zulkifli juga mengajak anak-anak muda dan semua politisi untuk meniru Sabam Sirait, terutama dalam hal politik kabangsaan. Sebab dalam politik kebangsaan, sikap dan sifat Sabam Sirait selalu jelas.

"Sifat dan sikap Pak Sabam selalu jelas, untuk merah putih bisa menggelegar," ungkap Zulhas.

Diketahui, Sabam, yang lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatra Utara pada 13 Oktober 1936 itu merupakan penerima Bintang Mahaputra Utama karena berbagai pengabdian yang pernah dilakukan.

Pengabdian Sabam tersebut antara lain sebagai anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, anggota DPR RI periode 1992-2009, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2019-sekarang.

Di kepartaian, Sabam Sirait pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 1963-1967, Sekjen Parkindo 1967-1973, dan merupakan penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), 10 Januari 1973.

Sabam juga pernah menjadi Sekjen PDI tiga periode yaitu 1973-1976, 1976-1981, dan 1981-1986. Sabam juga turut mendirikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada September 1998 dan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDI-P 1988-2008.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas