Tribun

Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

Mabes Polri: Tidak Ada Tanda Trauma 3 Anak Diduga Korban Rudapaksa di Luwu Timur Terhadap Ayahnya

Karo Penmas Mabes Polri menuturkan keduanya berkesimpulan tidak ada tanda-tanda trauma yang dialami oleh ketiga anak tersebut.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
Mabes Polri: Tidak Ada Tanda Trauma 3 Anak Diduga Korban Rudapaksa di Luwu Timur Terhadap Ayahnya
Tribunnews/Herudin
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono memberikan keterangan saat jumpa pers terkait korban kebakaran Lapas Dewasa Klas I Tangerang di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021). Tim Disaster Victim Identification (DVI) baru berhasil mengidentifikasi satu orang korban atas nama Rudhi bin Ong Eng Cue, yaitu laki-laki berumur 43 tahun. Korban teridentifikasi sidik jari dan rekam medis dari yang bersangkutan. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim asistensi Mabes Polri menyatakan telah melakukan wawancara dengan petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terkait dugaan pencabulan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan petugas P2TP2A yang dimintai keterangan merupakan pihak yang turut melakukan asesmen dan konseling kepada ketiga anak tersebut.

"Tim melakukan interview dengan petugas P2TP2A Pemda Luwu Timur yaitu saudari Yuleha dan Saudari Hirawati yang telah melakukan asesmen dan konseling pada saudari RS dan ketiga anaknya," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/10/2021) malam.

Rusdi menjelaskan kedua petugas P2TP2A itu turut terlibat mendampingi ketiga anak tersebut sesaat diduga menjadi korban pencabulan pada 2019 lalu.

Ia menuturkan keduanya berkesimpulan tidak ada tanda-tanda trauma yang dialami oleh ketiga anak tersebut.

"Dimana kegiatan asesmen tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2019, 9 Oktober 2019, dan 15 Oktober 2019. Dengan hasil kesimpulan, tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga korban terhadap ayahnya," tukasnya.

Ada beda hasil visum

Brigjen Pol Rusdi Hartono mengungkapkan, hasil visum pertama ketiga anak di bawah umur tersebut dilakukan di Puskesmas Malili pada 9 Oktober 2019 lalu.

Hasil visum pertama ini, kata dia, menunjukkan tidak ada kelainan pada organ kelamin ketiga korban.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas