Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gejolak di Partai Demokrat

Demokrat: Anak Buah Moeldoko Jangan Diskreditkan Menko Polhukam

Harusnya Moeldoko bisa mengendalikan pendukunganya sendiri untuk menjaga stabilitas dalam pemerintahan.

Demokrat: Anak Buah Moeldoko Jangan Diskreditkan Menko Polhukam
Ist
Direktur Eksekutif Partai Demokrat, Sigit Raditya M.Sc. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Partai Demokrat, Sigit Raditya M.Sc mengingatkan agar pihak KLB ilegal dibawah pimpinan KSP Moeldoko untuk tidak mendiskreditkan Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfud MD yang menyatakan bahwa gugatan Yusril terhadap Partai Demokrat sia-sia.

"Orang kalap sering silap," kata Sigit, Kamis (14/10/2021).

Sigit menanggapi pernyataan anak buah Moeldoko, Isnaini Widodo, yang meminta Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfud MD agar tak mencampuri urusan Moeldoko dan Demokrat.

"Mereka mengabaikan fakta bahwa ini bukan konflik internal Partai Demokrat," tegas Sigit.

Baca juga: Kubu KLB Moeldoko Minta Mahfud Tak Ikut Campur soal Gugatan AD/ART Partai Demokrat

Menurut Sigit, internal Partai Demokrat solid.

"Sejak awal Ketum AHY sudah menegaskan bahwa yang terjadi adalah upaya pihak eksternal dibawah pimpinan Moeldoko untuk mengkudeta Partai Demokrat. Isnaini sendiri sudah diberhentikan dari Partai Demokrat, jadi tidak pantas menyebut diri sebagai bagian internal partai," ujar Sigit.

Dia menambahkan larangan anak buah Moeldoko terhadap Menko Polhukam agar tidak menyatakan pendapat, tidak masuk akal.

"Pernyataan dia ini menunjukkan karakter asli anak buah Moeldoko yang pada dasarnya tidak rasional dan tidak demokratis," ujarnya.

Menurut Sigit, sebagai ahli hukum tata negara, Prof. Dr. Mahfud MD sedang menjalankan tugas intelektualnya, apalagi beliau juga bertanggung jawab atas stabilitas politik nasional sebagai Menko Polhukam.

"Sehingga wajar beliau menjelaskan pada publik bahwa gugatan dan judicial review ini hanya membuat kegaduhan yang tidak perlu," katanya.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas