Tribun

Curhat Erick Thohir ke Jokowi Alami Beban sebagai Menteri BUMN: Terus Terang, Berat Bapak

Menteri BUMN Erick Thohir curhat ke Presiden Jokowi soal beban jadi menteri, mengaku berat.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Curhat Erick Thohir ke Jokowi Alami Beban sebagai Menteri BUMN: Terus Terang, Berat Bapak
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
PROGRAM MAKMUR - Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Dirut PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Tri Wahyudi Saleh (kiri) dan Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi (kanan) meninjau penanaman jagung program Makmur di Desa Muara Putih, Lampung, Sabtu (16/10/2021). Erick Thohir mengatakan program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) memberikan banyak manfaat serta kemudahan bagi para petani tanah air dan BUMN fokus pada 40 ribu hektare untuk 28 ribu petani. TRIBUNNEWS.COM/IST 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir curhat terkait bebannya menjadi Menteri BUMN di hadapan Presiden Jokowi, Sabtu (16/10/2021) kemarin.

Curhatan Erick Thohir terungkap saat ia menghadiri acara Pengarahan Presiden Jokowi kepada jajaran Direktur Utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Setelah dua tahun menjabat, Erick berterus terang mengenai perasaannya saat pertama kali ditunjuk menjadi Menteri BUMN pada Oktober 2019 lalu.

Baca juga: Laporan ke Jokowi, Erick Thohir Sebut Pendapatan PT Freeport Naik Hampir 100 Persen

Erick mengaku merasakan beban yang berat karena harus melakukan transformasi BUMN yang jumlahnya sangat banyak.

"Sesuai arahan Bapak (Presiden Jokowi) sebelumnya kita harus terus mentransformasi BUMN maka kita coba memetakan problem dan justru bagaimana mengimplementasikan hasilnya."

"Karena itu kita awali ketika bapak memerintah saya untuk menjadi Menteri BUMN waktu itu terus terang beban bapak, karena ini besar sekali jumlahnya," kata Erick dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (17/10/2021).

PROGRAM MAKMUR - Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Dirut PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Tri Wahyudi Saleh (kiri) dan Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi (kanan) meninjau penanaman jagung program Makmur di Desa Muara Putih, Lampung, Sabtu (16/10/2021). Erick Thohir mengatakan program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) memberikan banyak manfaat serta kemudahan bagi para petani tanah air dan BUMN fokus pada 40 ribu hektare untuk 28 ribu petani. TRIBUNNEWS.COM/IST
PROGRAM MAKMUR - Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Dirut PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Tri Wahyudi Saleh (kiri) dan Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Arief Prasetyo Adi (kanan) meninjau penanaman jagung program Makmur di Desa Muara Putih, Lampung, Sabtu (16/10/2021). Erick Thohir mengatakan program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) memberikan banyak manfaat serta kemudahan bagi para petani tanah air dan BUMN fokus pada 40 ribu hektare untuk 28 ribu petani. TRIBUNNEWS.COM/IST (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Meski berat, Erick mencoba untuk mencari garis kebijakan yang seimbang untuk para direksi.

Hal itu dilakukan agar Kementerian BUMN bisa melakukan tolak ukur pencapaian masing-masing BUMN.

"Tetapi di situ kita coba mencari apa penekanan atau garis kebijakan yang semuanya bisa seimbang dan baik untuk para direksi dan KemenBUMN bisa melakukan sebagai tolak ukur."

"Oleh karena itu kita meluncurkan 5 prioritas utama BUMN saat itu yang kita sudah paparkan kepada direksi dan seluruh perusahaan," katanya.

Baca juga: Sukses Genjot Peningkatan Pendapatan Freeport, Kinerja Erick Thohir Diapresiasi

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas