Tribun

Hoaks Adanya Gelombang Panas di Indonesia, Simak Penjelasan BMKG soal Suhu Tinggi di Sejumlah Daerah

Narasi adanya gelombang panas yang melanda Indonesia beredar luas di media sosial dan WhatsApp. BMKG memastikan informasi tersebut hoaks.

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Miftah
Hoaks Adanya Gelombang Panas di Indonesia, Simak Penjelasan BMKG soal Suhu Tinggi di Sejumlah Daerah
https://bestofthesouthbay.com
ILUSTRASI - Narasi adanya gelombang panas yang melanda Indonesia beredar luas di media sosial dan WhatsApp. BMKG memastikan informasi tersebut hoaks. 

"Gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi," terang BMKG melalui siaran persnya.

Lebih lanjut, untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik.

Misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas.

Baca juga: Gempa M 4,8 Guncang Bali, 2 Warga Meninggal Tertimbun Tanah di dalam Rumah, Sejumlah Bangunan Rusak

Gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari.

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

"Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut," jelas BMKG.

Adapun suhu panas yang terjadi di Indonesia, merupakan fenomena akibat dari adanya Gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

Potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Catatan suhu yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum karena masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan Oktober.

Di media sosial dan whatsapp beredar pesan berantai yang menyebut gelombang panas kini melanda Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan informasi tersebut adalah tidak tepat dan tidak benar atau hoak.
Di media sosial dan whatsapp beredar pesan berantai yang menyebut gelombang panas kini melanda Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan informasi tersebut adalah tidak tepat dan tidak benar atau hoak. (bmkg.go.id)

(Tribunnews.com/Tio)

Berita Terkait tentang Gelombang Panas

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas