Tribun

Luncurkan Buku Relasi Islam dan Negara, Arsul Sani Tinjau Artikulasi Syariat Islam dalam Legislasi

Waketum Partai Persatuan Pembangun (PPP) yang juga anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani, meluncurkan buku Relasi Islam dan Negara.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Luncurkan Buku Relasi Islam dan Negara, Arsul Sani Tinjau Artikulasi Syariat Islam dalam Legislasi
KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI
Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Waketum Partai Persatuan Pembangun (PPP) yang juga anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani, baru-baru ini meluncurkan buku tentang Relasi Islam dan Negara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangun (PPP) yang juga anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani, meluncurkan buku Catatan dari Senayan 2: Relasi Islam dan Negara, Perjalanan Indonesia secara virtual pada Rabu (20/10/2021).

Arsul menjelaskan buku tersebut pada dasarnya merupakan catatan dari hasil dialognya sebagai perwakilan rakyat dengan berbagai kelompok masyarakat dan individu khususnya dengan elemen umat Islam di Indonesia.

Dialog-dialog tersebut, kata Arsul, dilakukannya baik dengan kelompok ormas Islam arus utama hingga yang dilabeli bukan arus utama.

"Semua dari apa yang kemudian terjadi dalam percakapan itulah saya catat. Dan catatan-catatan terpisah itulah yang kemudian melahirkan buku ini. Tentu setelah diedit diperkaya dengan bantuan dari staf ahli dan juga dari tim yang ada di sekretariat MPR RI di kantor saya berada," kata Arsul.

Baca juga: NII Crisis Center Sebut Ada Ribuan Penganut Paham Radikalisme di Lampung

Baca juga: Densus 88 Godok Kerja Sama Dengan Kemendagri Terkait Program Deradikalisasi Eks Narapidana Teroris

Arsul menjelaskan buku tersebut terdiri dari lima bagian.

Pertama adalah bagian yang memuat aspek konsepsional dan teoritis terkait pemikiran tentang Islam dan negara dari zaman pasca tabiin sampai dengan abad 20.

Buku tersebut, kata dia, memotret kembali apa yang menjadi pandangan para alim ulama dan para sarjana tata negara Islam yang terkenal.

Ia menyebutkan antara lain Al Mawardi, Al Ghazali, Ibn Khaldun, Ibn Taimiyah, Jamaluddin Al Afghani, Sayid Qutb, dan Hasan Al Banna.

Bahkan, kata dia, dalam konteks pemikiran, buku itu juga merekam kembali dialog antara Nurcholis Madjid dengan Mohammad Roem.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas