Tribun

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

Saksi Tragedi Rest Area KM 50 Cikampek Ungkap Teriakan Laskar FPI: Jangan Diapa-apakan Teman Saya

Ratih memberikan kesaksian terkait kasus unlawful killing yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
Saksi Tragedi Rest Area KM 50 Cikampek Ungkap Teriakan Laskar FPI: Jangan Diapa-apakan Teman Saya
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI dalam agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021). 

"Yang tiarap satu orang teriak 'jangan diapa-apain temen saya', itu teriak terus beberapa kali," ucap Ratih.

Setelah melontarkan teriakan tersebut, Ratih mengatakan, keempat eks anggota Laskar FPI itu diarahkan untuk masuk ke dalam mobil Xenia milik petugas.

"Udah beres langsung dinaikin mobil. Abis itu nggak liat lagi dikemanakan," katanya.

Baca juga: Besok, PN Jakarta Selatan Gelar Sidang Lanjutan Perkara Unlawful Killing Menewaskan 6 Laskar FPI

Diketahui dalam sidang lanjutan hari ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tujuh orang saksi yang hadir dan bersaksi melalui sambungan virtual.

Keseluruhan saksi tersebut di antaranya Enggar Jati Nugroho, Toni Suhendar yang merupakan anggota kepolisian RI (Polri); Karman Lesmana bin Odik; Hotib alias Badeng; Esa Aditama, dan Ratih binti Harun serta Eis Asmawati yang keduanya merupakan penjaga rumah makan di Rest Area KM 50 Cikampek.

Upaya Rebut Senjata

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa penuntut umum (JPU) terungkap adan upaya perebutan senjata yang dilakukan empat anggota eks Laskar Front Pembela Islam (FPI) dengan para terdakwa kasus dugaan tindakan pembunuhan di luar hukum yang merupakan anggota Kepolisian RI.

Jaksa mengatakan hal itu bermula, saat terdakwa Briptu Fikri Ramadhan, beserta terdakwa IPDA Elwira Priadi Z (almarhum), dan IPDA M Yusmin Ohorella melakukan pengamanan kepada empat anggota eks Laskar FPI setelah melakukan penembakan yang menewaskan 2 anggota Laskar FPI di KM 50, Cikampek.

Di mana keempatnya bernama Luthfil Hakim, Muhamad Suci Khadavi Poetra, Akhmad Sofiyan, dan M. Reza.

Perebutan senjata itu bisa terjadi karena para terdakwa tidak melakukan pengamanan dengan memborgol atau mengikat tangan para anggota eks Laskar FPI.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas