Tribun

Perubahan Iklim

John Kerry Puji Indonesia, Antisipatif Pada Perubahan Iklim, Pembabatan Hutan Menurun

John Kerry menilai Indonesia berhasil mengurangi pembukaan hutan terendah sejak 20 tahun terakhir. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
John Kerry Puji Indonesia, Antisipatif Pada Perubahan Iklim, Pembabatan Hutan Menurun
Reuters
Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Perubahan Iklim John Kerry 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Perubahan Iklim John Kerry memuji langkah Indonesia yang dinilai cukup antisipatif menghadapi tren perubahan iklim.

John Kerry menilai Indonesia berhasil mengurangi pembukaan hutan terendah sejak 20 tahun terakhir.  Hal itu disampaikan John Kerry di sesi Climate Leaders Message pada acara Festival Iklim 2021 

Dalam empat tahun terakhir Indonesia mampu meredam laju deforestasi. Hal ini diungkapkan oleh Salma Zakiyah, dari Program Hutan dan Iklim, Yayasan Madani.

"Memang kalau berdasarkan data riset Madani, dari 4 tahun terakhir deforetasi di Indonesia mengalami penurunan. Tapi pemerintah masih memberikan jatah deforetasi," ungkapnya dalam seminar virtual

Baca juga: Negara yang Tak Siap Antisipasi Perubahan Iklim Bakal Hadapi Krisis Energi, Indonesia Bagaimana?

Menurut pemaparan Salma, setidaknya pemerintah memberikan jatah deforestasi sebesar 325.000 hektar pertahun hingga 2030. Lalu ada jatah deforestasi aspirasi net zero emision 2060 sekitar 6,8 juta hektar.

Baca juga: Ekonom: Waspadai Dampak Krisis Energi, Harga Komoditas Akan Cenderung Naik

Menurutnya, walau indonesia sudah berhasil menurunkan tingkatkan deforestasi, tapi pemerintah masih mengeluarkan 'jatah' tersebut. Artinya, belum semua bentang hutan alam dan ekosistem gambut tersisa Indonesia terlindungi. 

Baca juga: Diinisiasi Indonesia, 3 Negara Kolaborasi Bikin Terobosan Sektor Kehutanan Atasi Perubahan Iklim

Selain itu sekitar 9,6 juta hektare hutan alam Indonesia dan 2,8 juta hektare ekosistem gambut masih terancam mengalami penggundulan.

Untuk mencapai Target NZE alias nol emisi, pemerintah juga harus merealisasikan target 12,7 juta hektare perhutanan sosial. 

Agar masyarakat adat atau warga lokal bisa turut menjaga hutan. Selain itu, hutan-hutan yang telah rusak dan terbakar juga perlu direhabilitasi.

Target NZE alias nol emisi pun perlu didorong dari sektor sampah. Pengelolaan sampah seharusnya dilakukan secara menyeluruh sejak dari produksi hingga konsumsi.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas