Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kumpulan Ucapan Hari Raya Galungan 2021 dalam Bahasa Bali dan Sejarahnya

Hari Raya Galungan diperingati pada 10 November 2021. Ini sejarah dan kumpulan ucapan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kumpulan Ucapan Hari Raya Galungan 2021 dalam Bahasa Bali dan Sejarahnya
Tribun Bali
Penyekeban Galungan. Hari Raya Galungan diperingati pada 10 November 2021. Ini sejarah dan kumpulan ucapan. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Galungan adalah perayaan besar bagi umat Hindu di Bali.

Dikutip dari Instagram @humasdewanbali, Hari Raya Galungan diperingati pada 10 November 2021.

Hari Raya Galungan dilaksanakan setiap 210 hari sekali, ditentukan berdasarkan wuku, tepatnya pada Rabu (Budha) Kliwon Wuku Dungulan.

Menurut hitungan kalender Pakuwon, perayaan Galungan berlangsung selama 10 hari.

Dikutip dari bobo.grid.id, perayaan Galungan memberikan pemahaman bahwa niat dan usaha yang baik selalu akan menang dibandingkan niat dan usaha yang buruk.

Masyarakat umat Hindu biasanya memulai persembahyangan dari rumah sejak pagi hari.

Kemudian persiapan yang sudah dilakukan beberapa haripun bisa dihaturkan, mulai dari buah-buahan, masakan, dan berbagai hal lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu tempat ibadah di rumah pun juga dihiasi oleh kain-kain berwarna.

Umat Hindu biasanya juga pergi ke pura untuk bersembahyang.

Baca juga: 35 Link Twibbon Hari Raya Galungan 10 November Lengkap dengan Cara Membuatnya

Sejarah Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan datang setiap enam bulan sekali dalam hitungan kalender Bali.

Dikutip dari Tribunnews Wiki, penanggalan kalender Bali setiap bulannya terdiri dari 35 hari.

Hari Raya Galungan pertama pertama kali dirayakan di Bali pada hari purnama Kapat tepat Budha Kliwon Dungulan, tanggal 15, tahun saka 804 atau 882 Masehi.

Pada saat itu, Bali dipimpin oleh seorang raja dari Kerajaan Bedahulu, Gianyar, bernama Raja Mayadenawa yang sakti, merupakan keturunan raksasa.

Mayadenawa memimpin Bali dengan lalim dan kejam, ia menganggap dirinya tidak terkalahkan sehinga rakyat harus menyembahnya layaknya Dewa.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas