Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta Seputar Anies Temui Massa Buruh Diteriaki Presiden dan Moeldoko Diusir Peserta Aksi Kamisan

fakta seputar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan duduk bareng buruh yang geruduk kantornya di Balai Kota, dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Fakta Seputar Anies Temui Massa Buruh Diteriaki Presiden dan Moeldoko Diusir Peserta Aksi Kamisan
Kolase
Gubernur DKI Jakarta Anie Baswedan bertemu buruh dan Kepala Staf Presiden Moeldoko bertemu massa Aksi Kamisan, Kamis (18/11/2021). 

"Hidup Presiden Buruh Indonesia," sahut buruh dari mobil komando.

Sementara itu, di hari yang sama, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mendatangi massa Aksi Kamisan di Kota Semarang, viral di media sosial, Kamis (18/11/2021).

Detik-detik Moeldoko diusir massa Aksi Kamisan di Semarang
Detik-detik Moeldoko diusir massa Aksi Kamisan di Semarang (Istimewa via Kompas.com)

Video tersebut diunggah @cornelgeaAnggota Serikat Tani Kota Semarang.

Awalnya Moeldoko bersama Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi dan Komnas HAM awalnya mendatangi Aksi Kamisan yang digelar di Taman Signature, depan Paragon.

"Aksi dimulai sekitar pukul 09.00. Sekitar pukul 11.00 Moeldoko, Hendardi, Komnas HAM dikawal oleh aparat kepolisian mendatangi massa aksi," tulis Cornel di Twitter dikutip pada Kamis (18/11/2021).

Cornel menjelaskan, massa mengusir Moeldoko dan walikota karena beberapa alasan.

"Mereka mau nyuri panggung, minta mic dan bicara. Waktu Moeldoko pegang mic dan bicara, massa aksi langsung menolak & menyuruh mereka segera pergi," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, mengutip Kompas.com, Korlap Aksi Kamisan, Azis Rahmad menjelaskan, kasus pengusiran tersebut disebabkan karena kasus pelanggaran HAM di Indonesia belum tuntas.

"Dia bicara tanpa ada realisasi," kata Azis Rahmad.

Baca juga: Momen Anies Duduk Bareng Buruh yang Geruduk Kantornya hingga Diteriaki Hidup Presiden Indonesia

Aktivis maunya pemerintah hentikan perampasan ruang hidup warga dan kerusakan lingkungan.

Selain itu, pemerintah diminta dengarkan suara rakyat yang tertindas.

"Kami hanya ingin negara betul mau menuntaskan pelanggaran HAM," tambahnya.

Moeldoko pun tak bergegas pergi. 

Dia tetap berada di area Kamisan.

Moeldoko merespon, tidak semua kasus HAM mudah dan bisa segera diselesaikan.

Baca juga: Max Sopacua Wafat, Moeldoko Sangat Berduka dan Kehilangan

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas